Kamis, 14 Mei 2026

Saham BBRI Diteropong, Muncul Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Mei 2026 | 18:32 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) secara valuasi masih relatif menarik. Muncul rekomendasi dan target harga saham BBRI.

BBRI atau BRI telah memetakan tiga skenario harga minyak untuk mengukur dampak geopolitik. Skenario dasar US$ 80 per barel, skenario moderat US$ 100-105 per barel, dan skenario pesimistis US$ 115-133 per barel.

“Dalam seluruh skenario tersebut, rasio permodalan BBRI diperkirakan tetap kuat,” tulis analis MNC Sekuritas, Victoria Venny dalam risetnya, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Victoria, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BBRI diperkirakan di atas 18%. Rasio likuiditas jangka pendek untuk memenuhi kewajiban (liquidity coverage ratio/LCR) diestimasi di atas 100%.

Namun, biaya kredit diperkirakan meningkat. Biaya risiko kredit terhadap total pinjaman (cost of credit/CoC) BBRI ditaksir bisa naik menjadi sekitar 2-3% dari 1,7% pada Desember 2025.

“Segmen korporasi diproyeksikan tetap mempertahankan kontribusi kredit sebesar 23-25% dari total pinjaman pada 2025-2026,” ungkap Victoria.

Sementara itu, Presiden Prabowo mengindikasikan penurunan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 5% dari sebelumnya 6%.

Dengan asumsi subsidi pemerintah kepada bank tidak berubah, maka pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BBRI berpotensi turun Rp 2,7 triliun pada 2027.

Kemudian, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) diprediksi tertekan sekitar 13 basis poin (bps). Laba bersih BBRI diperkirakan turun sekitar 2% dibandingkan skenario dasar.

Adapun posisi kredit KUR BBRI saat ini berada di kisaran Rp 271-285 triliun, setara dengan 16-18% dari total portofolio kredit konsolidasi.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 47 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 57 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia