Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Rabu, 13 Mei 2026
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguji level 6.700-6.750 pada perdagangan, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, IHSG ditutup melemah di level 6.858,9 (0,68%) pada perdagangan Selasa (12/5/2026).
Phintraco Sekuritas menjelaskan, pelemahan Rupiah pada level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG.
Kenaikan yield SUN dengan tenor 10 tahun sebesar 10 bps di level 6,72% yang merupakan level tertinggi dalam dua pekan terakhir disebabkan oleh kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran akan pelebaran defisit APBN.
Sehingga rupiah berlanjut melemah pada rekor terendah di Rp 17.525 per dollar AS. Meskipun demikian kenaikan yield surat utang bukan hanya terjadi di Indonesia.
Di AS, yield obligasi pemerintah AS meningkat menantikan data inflasi. Sedangkan di Inggris, yield obligasi pemerintah Inggris meningkat ke level tertinggi sejak tahun 2008 karena tekanan PM Inggris untuk mundur dari jabatannya.
Sementara itu, sektor kesehatan mencatatkan koreksi terbesar (3,51%), sedangkan sektor basic materials membukukan kenaikan terbesar (1,85%).
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 6.700-6.750, namun jika IHSG bertahan di atas level tersebut diperkirakan berpotensi terjadi technical rebound, menguji level 6.900,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Selasa (12/5/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas memprediksi IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.644-6.727, waspadai area gap yang berada di 6.538-6.585. Adapun area penguatan terdekat IHSG berada di 6.870-6.895.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham BBCA, BIRD, ISAT dan MINA untuk trading Rabu (13/5/2026).
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






