Kamis, 14 Mei 2026

Gara-gara Pengumuman MSCI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Mei 2026 | 06:25 WIB
BAGIKAN
MSCI. Ist
MSCI. Ist

JAKARTA, investor.id - MSCI resmi mengumumkan hasil review indeks Mei 2026. Perubahan akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan berlaku mulai 1 Juni 2026.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menaksir gara-gara pengumuman MSCI bisa berdampak besar ke pasar. Menurut broker efek tersebut, saham yang keluar dari MSCI berpotensi mengalami tekanan jual akibat rebalancing fund asing dan ETF berbasis MSCI.

“Volatilitas diperkirakan meningkat menjelang akhir Mei seiring penyesuaian portofolio investor institusi,” ungkap BRIDS dalam ulasannya, Selasa (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

BRIDS melanjutkan, tidak adanya saham baru yang masuk ke MSCI Standard juga menjadi sentimen tersendiri bagi market Indonesia.

MSCI Inc akhirnya mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk indeks ekuitas MSCI pada 12 Mei 2026.
Semua perubahan akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.

Total enam saham dicabut dari MSCI Global Standard Index.

Ada 13 saham dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Namun satu saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard masuk ke Small Cap.

MSCI mengeluarkan enam saham emiten Indonesia dari perhitungan MSCI Global Standard Index. Keenamnya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Namun AMRT dimasukkan ke perhitungan MSCI Small Cap Index.

Selain itu, MSCI mengeluarkan 13 saham emiten Indonesia dari perhitungan MSCI Small Cap Index. Nama-namanya mencakup, Aneka Tambang (ANTM), Astra Agro Lestari (AALI), Bank Aladin Syariah (BANK), Bumi Serpong Damai (BSDE).

Kemudian, Dharma Satya Nusantara (DSNG), Sido Muncul (SIDO), Midi Utama Indonesia (MIDI), Mitra Keluarga (MIKA).

Lalu, MNC Digital Entertainment (MSIN), Pabrik Tjiwil Kimia (TKIM), Pacific Strategic Financial (APIC), Sawit Sumbermas (SSMS), dan Triputra Agro Persada (TAPG).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia