Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Berpotensi Koreksi Lanjutan, tapi 6 Saham Siap Cuan

Penulis : Erta Darwati
13 Mei 2026 | 07:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Rabu (13/5/2026).

Melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, pengumuman rebalancing indeks MSCI, berlanjutnya tekanan terhadap rupiah dan aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu, naiknya harga komoditas energi dan potensi adanya rotasi ke saham-saham berfundamental kokoh berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

ADVERTISEMENT

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.760-6.660 dan resist 6.960-7.055,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Rabu (13/5/2026).

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah dipicu oleh terkoreksinya saham sektor teknologi seiring lebih tingginya angka inflasi jika dibandingkan dengan ekspektasi dan berlanjutnya penguatan harga minyak mentah.

Beberapa saham sektor teknologi yang mengalami koreksi cukup dalam antara lain Qualcom (11,46%), Micron Technology (3,61%), dan Advanced Micro Devices (2,29%).

Berdasarkan data dari Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika, pada April lalu Inflasi tercatat naik 0,6% mom menjadikan inflasi tahunan mencapai 3,8% yoy, lebih tinggi dari perkiraan 3,7% dan merupakan inflasi tertinggi sejak Mei 2023. 

Sementara itu, harga minyak mentah kemarin kembali mencatatkan kenaikan signifikan 4,19% untuk WTI menjadi US$ 102,18 per barel dan 3,42% untuk Bren menjadi US$ 107,77 per barel.

CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham EXCL, BBRI, BBNI, UNVR, ELSA, dan MEDC untuk trading, Rabu (13/5/2026).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia