Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Bakal Tertekan Rebalancing MSCI, tapi 3 Saham Dijagokan

Penulis : Erta Darwati
13 Mei 2026 | 08:15 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. Investor Daily/David Gita Roza
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, IHSG kembali ditutup melemah sebesar 0,68% menuju level 6.858 dengan net sell asing sebesar Rp 799 miliar di pasar reguler. 

Pelemahan ini disebabkan oleh kondisi mata uang rupiah yang kembali menuju level tertingginya di atas Rp 17.500 dan juga antisipasi pasar mengenai pengumuman rebalancing MSCI.

ADVERTISEMENT

Saat ini, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksi pergerakan harga IHSG cukup dalam kondisi tertekan akibat adanya pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026.

Lalu, ditambah dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) melonjak 3,8% secara tahunan pada April 2026. Bureau of Labor Statistics melaporkan angka ini menjadi level tertinggi sejak Mei 2023.

“Oleh karena itu, IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas cenderung melemah dengan level resistance terdekat pada 6.960-7.000 dan support pada 6.760-6.780,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Rabu (13/5/2026).

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,11% ke level 49.760,5. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,16% ke 7.400,96, dan Nasdaq Composite melemah 0,71% menjadi 26.088,2.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham ARCI, INCO, dan SSIA untuk trading, Rabu (13/5/2026).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 24 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 56 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia