Roger Federer Atlet dengan Bayaran Tertinggi, Disusul CR7 & Messi
NEW YORK - Roger Federer memuncaki peringkat tahunan Forbes untuk 100 atlet dengan bayaran tertinggi di dunia tahun 2020. Ini merupakan kali pertama Federer berada di posisi teratas sejak daftar tersebut dibuat pada 1990. Federer yang berada di peringkat kelima tahun lalu, melesat menempati peringkat teratas dengan total bayaran sebesar US$ 106,3 juta atau setara Rp 1,5 triliun (kurs, Rp 14.654) selama 12 bulan terakhir.
Federer juga menjadi pemain tenis pertama dalam 30 tahun sejarah daftar Forbes yang mendarat di posisi nomor wahid tersebut. Hal itu didapatkannya setelah mampu menarik US$ 100 juta dari luar lapangan atau berkat kesepakatannya dengan para sponsor. Diantaranya Uniqlo, Credit Suisse dan Mercedes-Benz serta 10 mitra lainnya. Sebelumnya, Naomi Osaka memecahkan rekor pendapatan $ 37,4 juta, menjadikannya atlet wanita bayaran tertinggi. Osaka melampaui Serena Williams, yang sebelumnya memegang gelar sebagai atlet wanita berpenghasilan tertinggi di dunia.
Kurt Badenhausen, Editor Senior, Forbes, mengatakan pandemi virus korona memicu pemotongan gaji untuk bintang sepak bola Messi dan Ronaldo, membuka jalan bagi pemain tenis untuk peringkat sebagai atlet bayaran tertinggi di dunia untuk pertama kalinya. “Roger Federer adalah pitchman yang sempurna bagi perusahaan, menghasilkan portofolio dukungan yang tak tertandingi dari merek-merek blue-chip senilai US$ 100 juta per tahun untuk pemain tenis hebat,” ungkapnya dikutip Forbes.
Cristiano Ronaldo, dengan penghasilan US$ 105 juta, tetap berada di posisi kedua di daftar atlet berpenghasilan tertinggi Forbes. Diikuti Lionel Messi di peringkat ketiga, setelah pada tahun lalu berada di posisi puncak. Sedangkan posisi lima besar atlet berpenghasilan tertinggi lainnya adalah Neymar (No. 4) dan LeBron James (No. 5), yang masing-masing menghasilkan US$ 95,5 juta dan US$ 88,2 juta.
Secara kolektif, 100 atlet bayaran tertinggi menghasilkan US$ 3,6 miliar selama tahun lalu, penurunan 9% dari 12 bulan sebelumnya. Angka tersebut terpotong US$ 21,8 juta turun dari US$ 25 juta pada 2019. Angka penghasilan Forbes termasuk uang hadiah, gaji, bonus, dukungan, royalti, dan biaya penampilan yang diperoleh antara 1 Juni 2019 dan 1 Juni 2020.
"Krisis kesehatan global membuktikan bahwa ketika ekonomi gagal, bahkan para atlet terkaya di dunia mengalami pukulan besar. Gaji dan pendapatan dari sponsor telah meroket selama dekade terakhir, tetapi keduanya menuju menurun tajam, karena pendapatan anjlok untuk liga olahraga utama dan perusahaan memperketat anggaran pemasaran mereka,” kata Badenhausen, Editor Senior Forbes.(iin)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

