Diperluas, Jaringan Irigasi Bendung Baliase Akan Airi Lahan Pertanian 21.928 Ha
JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperluas cakupan jaringan irigasi induk Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara untuk memenuhi luas layanan irigasi lahan pertanian 21.928 hektar (ha).
Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program prioritas PUPR untuk mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.
Dalam mengelola irigasi, kata dia, tidak cukup hanya dilihat dari aspek teknis, tetapi juga butuh pendekatan budaya terutama kebiasaan para petani dalam bertanam.
“Jadi harus kita pelajari betul di lapangan, pola perilaku para petani kita. Sehingga kita bisa belajar bagaimana cara membagi air untuk keperluan irigasi,” kata Basuki dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Jumat (24/7).
Peningkatan jaringan irigasi Bendung Baliase tersebut dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan membangun saluran irigasi baru yang dibagi menjadi 3 bagian yakni jaringan irigasi kiri, kanan 1 dan kanan 2 dengan total biaya Rp 1,03 triliun.
Adapun pembiayaan pembangunan jaringan irigasi di bagian kiri bersumber dari APBN sebesar Rp 366,4 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) tahun 2016-2021 oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi-PT Bumi Karsa (KSO).
Pekerjaan konstruksi jaringan irigasi ini meliputi saluran induk sepanjang 7,9 kilometer (km), 14 ruas saluran sekunder dengan total panjang 74,5 km, saluran pembuang sepanjang 38,4 km, dan bangunan irigasi seperti bagi sadap 96 buah, sadap 76 buah, jembatan 70 buah, gorong-gorong 52 buah, tejunan 11 buah, dan siphon 2 buah. Saluran irigasi bagian kiri diproyeksikan akan memberi manfaat DI seluas 7.880 hektare.
Sedangkan jaringan irigasi bagian kanan dibagi menjadi 2 yakni kanan 1 dengan biaya APBN sebesar Rp 393,5 miliar (MYC) tahun 2016-2021 mengairi DI seluas 4.919 hektare dan kanan 2 dengan biaya Rp 297,9 miliar mengairi DI seluas 5.567 hektare.
Pembangunan konstruksi jaringan irigasi bagian kanan meliputi saluran induk 4,82 km, 27 ruas saluran sekunder sepanjang 111,3 km, saluran pembuang 34,7 km, dan bangunan irigasi seperti bagi sadap 146 buah, talang 7 buah, siphon 2 buah, gorong-gorong 72 buah, jembatan 171 buah, dan terjunan 31 buah.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Adenan Rasyid mengatakan, selain membangun tiga jaringan irigasi baru, peningkatan irigasi Bendung Baliase juga direncanakan sebagai program pengembangan yakni rehabilitasi saluran irigasi Malangke seluas 3.560 hektar. Sehingga total jaringan irigasi Baliase yang terpenuhi seluas 21.928 hektare.
Menurut Adenan, pembangunan jaringan irigasi Baliase bermanfaat untuk meningkatkan intensitas tanam dari 100% menuju 245% dengan komposisi padi-padi-palawija.
Ia berharap, dibangunnya jaringan ini dapat meningkatkan masa panen dari yang sebelumnya hanya sekali panen dalam setahun menjadi 2-4 kali dalam setahun. Alhasil, taraf hidup masyarakat pun akan meningkat.
Sebagai informasi, Bendung Baliase membentang di 5 wilayah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara yakni Kecamatan Masamba, Mappadeceng, Sukamaju, Baebunta, dan Malangke. Sumber airnya berasal dari membendung Sungai Baliase dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang 946.20 km2.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler

