Kamis, 14 Mei 2026

Cara Coupleprenuer My Fashion Grosir Hindari PHK Saat Pademi

Penulis : Imam Suhartadi
17 Aug 2021 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Pasangan muda pemilik usaha PT. Mitra Fesyen Global yang juga merupakan pasangan suami istri bernama Andre Kokois dan
Pasangan muda pemilik usaha PT. Mitra Fesyen Global yang juga merupakan pasangan suami istri bernama Andre Kokois dan

JAKARTA, investor.id - Situasi yang masih belum membaik saat ini, dimana semua bisnis dihadapkan dengan keadaan pademi yang belum juga selesai, membuat banyak perusahaan yang berusaha bertahan dengan cara mengurangi karyawan, atau bahkan perusahaan gulung tikar karena merugi dan bangkrut.

Semua bisnis saat covid19 ini mempunyai problem yang hampir sama, begitu juga dengan My Fashion Grosir ini. Di masa sulit tersebut, serta adanya dilema, apakah akan melakukan PHK ataukah tetap survive. Pasangan muda pemilik usaha PT. Mitra Fesyen Global yang juga merupakan pasangan suami istri bernama Andre Kokois dan  Catherine Bunardi yang merupakan owner perusahaan tersebut terus memutar otak, mengenai apa yang harus dilakukan agar tetap eksis di saat pandemi sekarang ini.

Mengingat jika dilakukan PHK, tentunya akan ada banyak karyawan yang tidak memiliki penghasilan lagi. Belum lagi, dengan nasib anggota keluarga dari karyawan yang mendapat PHK tersebut, yang juga harus diperhatikan.

Dikutip dari Channel Youtube PecahTelur, Catherine mengatakan “kalau kata mentor kami Bong Chandra, kesuksesan itu 30 centi di depan kita. Itu yang menjadi motivasi kami untuk terus maju,” ujar pemilik akun IG @catherinebunardi ini memotivasi diri dan timnya.

ADVERTISEMENT

Di saat pikiran mulai terasa buntu, terbentuklah sebuah ide untuk melakukan hal  lain. Hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, namun patut untuk dicoba. Diantaranya beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dan mencari tahu apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Hasil dari berbagai survey yang dilakukan, maka tercetusklah ide untuk memproduksi masker scuba, APD, dan yang lainnya. Dimana produk-produk tersebut memang sudah menjadi kebutuhan pokok dan banyak dicari di masa pandemi ini. Dibandingkan dengan produk fashion lainnya. 

Selain memproduksi masker scuba dan APD, kedua owner dari My Fashion Grosir juga terus memutar otak mengenai apa yang harus dilakukan lagi untuk ke depannya. Tentunya, agar bisa terus memberi makan semua karyawan dan juga semua anggota keluarganya.

Dengan alasan tersebut pula, hingga di kemudian hari, My Fashion Grosir juga mencoba berinovasi dengan memproduksi baju tie dye, yang merupakan baju tidur wanita yang dibuat dengan melakukan teknik pencelupan. Dimana model baju ini, memang sempat menjadi tren beberapa waktu yang lalu.

Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, My Fashion Grosir bisa survive di kala pandemi ini. Serta sukses mencapai target penjualan, sesuai dengan yang diharapkan.

Bahkan mungkin MyFashion Grosir merupakan satu diantara sekian puluh perusahaan yang masih memberikan bonus kepada semua karyawannya. Bahkan merekrut karyawan dengan  jumlah yang lebih anyak lagi. Suatu hal yang jarang bisa dilakukan oleh perusahaan lainnya terutama di masa pandemi ini.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 40 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia