Kamis, 14 Mei 2026

PT Wilmar Padi Indonesia Bantu Tingkatkan Produksi Padi Petani di Serang

Penulis : Ridho Syukra
5 Sep 2022 | 12:26 WIB
BAGIKAN
PT Wilmar Nabati Indonesia (Wilmar).
PT Wilmar Nabati Indonesia (Wilmar).

JAKARTA,investor.id- Kerjasama PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) disambut hangat oleh petani karena mampu meningkatkan produksi panennya.Seperti diketahui bahwa kerja sama demonstration plot (demplot) mampu meningkatkan produksi padi sedikitnya 8,25% dibanding sebelumnya.

Demplot merupakan metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan agar petani dapat melihat dan membuktikan terhadap obyek yang didemontrasikan.Panen perdana sudah dilaksanakan di Serang pada 31 Agustus 2022.

Di Kota Santri tersebut, PT WPI telah memulai debut kerjasama demplotnya dengan petani seluas 17 hektare (ha) yang tersebar di Kecamatan Kramatwatu, Pontang, Lebakwangi, dan Kasemen. 

Ketua Kelompok Tani Maju I Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Serang Muhammad Supi merasa puas dengan hasil panen demplotnya karena produksi naik menjadi 6 ton per hektare dari sebelumnya 4-5 ton per hektare. 

ADVERTISEMENT

Peningkatan tersebut dinilai sangat membantu petani meningkatkan produktivitasnya dan solusi terhadap keterbatasan luas lahan. Saat ini, Supi menggarap 4 hektare lahan, yang sebagian diantaranya merupakan lahan sewaan. 

“Syukur Alhamdulillah produksi saya meningkat dibanding (yang belum ikut program demplot),” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Senin (5/9).

Dia berharap kerja sama dengan PT WPI tidak berhenti pada demplot tetapi berlanjut menjadi mitra pemasok agar dapat menjual hasil panennya secara langsung. Sebab, selama ini petani masih tergantung kepada perantara (broker) sehingga harga jualnya seringkali kurang memuaskan. 

Pada kesempatan itu,Ketua Kelompok Tani Raharja Desa Suju, Serang Gojali menjelaskan,pihaknya antusias bergabung menjadi mitra demplot karena ingin menambah pengalaman memanfaatkan pupuk non-subsidi dalam peningkatan produktivitas.

Saat ini, demplot kelompok taninya belum memasuki masa panen sehingga masih menunggu hasilnya. “Kami ingin mengetahui bagaimana hasil pupuk non-subsidi dengan pupuk subsidi. Kalau memang lebih baik, kami tidak masalah menggunakan yang nonsubsidi,” ujar dia. 

Gojali mengelola lahan seluas 5 hektare. Umumnya, dia mampu menghasilkan 6-8 ton per hektare setiap panen. Dia berharap, dapat meningkatkan produktivitasnya. 

Dalam mendampingi petani, perusahaan menggandeng PT Wilmar Chemical Indonesia yang memproduksi Pupuk Mahkota, untuk mensuplai kebutuhan petani selama pendampingan.

Ke depan, selain Pupuk Mahkota, PT WPI akan menggandeng PT Syngenta sehingga peningkatan produksi diperkirakan naik hingga 15%. 

Business Head PT Wilmar Padi Indonesia, Saronto mengatakan ,kerjasama itu dimaksudkan membantu petani mendongkrak produktivitas dan pendapatannya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia