Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Paparkan Program Prioritas Pemerintah dalam APBN 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
20 Feb 2023 | 21:57 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024 pada Senin (20/2/2023).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024 pada Senin (20/2/2023).

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan program prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Khususnya yang terkait dengan upaya penurunan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting.

Pertama, pemerintah menargetkan penurunan kemiskinan ekstrem dapat mencapai 0% di tahun 2024. Dengan target tersebut, maka akan terjadi penurunan kemiskinan secara menyeluruh.

“Ini berarti keseluruhan total kemiskinan akan menurun dan dari kebutuhan pendanaan akan dilakukan prioritas untuk tahun ini dan tahun depan,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024 pada Senin (20/2/2023).

ADVERTISEMENT

Kedua, meningkatkan alokasi dalam rangka penurunan stunting setiap 3,8%, hingga mencapai 14% di tahun 2024. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar penurunan stunting per tahun dapat mencapai angka 3% per tahun. Untuk mencapai target-target tersebut dibutuhkan alokasi anggaran dimulai pada tahun 2023 hingga nanti tahun 2024.

Stunting (ditargetkan) turun 3,8% (per tahun) ini berarti perlu upaya yang keras dan alokasi biaya untuk tahun ini dan tahun depan,” kata Sri Mulyani.

Dia menegaskan pemerintah juga akan fokus pada pembangunan infrastruktur. Sebab pembangunan infrastruktur akan meningkatkan produktivitas dan juga daya kompetitif perekonomian domestik. “Belanja negara yang akan dijaga secara disiplin namun dengan prioritas sesuai agenda nasional,” tandanya.

Sebagai informasi, asumsi makro dalam KEM-PPKF 2024 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3-5,7%, inflasi 1,5-3,5%, nilai tukar rupiah 14.800-15.400 per dolar AS, suku bunga surat perbendaharaan negara 6,5-7,4%, ICP US$ 75 sampai 85 per barel, produksi minyak 592 ribu – 691 ribu barel per hari, dan produksi gas 1,007 juta - 1,058 juta juta barel setara minyak per hari.

Target pembangunan tahun 2024 adalah tingkat kemiskinan 6,5% sampai 7,5 %, rasio gini 0,36 sampai 0,37, dan tingkat pengangguran 3,6% sampai 4,3%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 15 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia