Jumat, 15 Mei 2026

Krisis Pangan Mengancam, Cadangan Beras-Jagung Diperkuat

Penulis : Ridho Syukra
7 Jul 2023 | 13:11 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

Cadangan Beras

Dalam Perpres No 125 Tahun 2022, diatur mengenai pengelolaan CPP untuk 11 komoditas pangan. Ke-11 komoditas tersebut adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas, telur unggas, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Penugasan pengelolaan CPP diberikan kepada Bulog untuk beras, jagung, dan kedelai, sedangkan komoditas sisanya kepada BUMN lain di antaranya ID Food.

Khusus CPP beras, disebut juga cadangan beras pemerintah (CBP), anggota Komisi IV DPR RI Djarot Syaiful Hidayat, saat kunjungan kerja di Komplek Pergudangan Banjarkemantren Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 5 Juli 2023, dengan didampingi pimpinan Bulog dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, mengingatkan, pemerintah harus mewaspadai ancaman El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan. “Harus dilakukan mitigasi risiko agar dampak kekeringan ekstrem akibat El Nino bisa diminimalisir. Pada Juli-Desember 2023 diperkirakan Indonesia menghadapi El Nino, ini jelas akan berpengaruh khususnya pada stok CBP, karena hasil panen otomatis akan terganggu,” tutur Djarot.

Fenomena El Nino Muncul, Pertama Kali Setelah 7 Tahun

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal itu, Direktur Human Capital Perum Bulog Purnomo Sinar Hadi menjelaskan, stok beras yang dikelola Bulog saat ini total sebesar 605.924 ton dengan pengadaan dalam negeri 204.771 ton dan dari luar negeri 335.182 ton serta penyerapan komersial 65.970 ton. Meski serapan dalam negeri Bulog masih belum memenuhi target yang ditetapkan 2,4 juta ton, Bapanas meminta Bulog terus menyerap beras domestik. Importasi hanya alternatif terakhir dan terpaksa dilakukan. “Impor itu pilihan terakhir, opsi tersulit buat kita semua. Hingga semester I-2023, dari 2 juta ton target pengadaan impor, baru terealisasi sekitar 500 ribu ton, karena kita optimalkan serapan domestik untuk CBP. Penyaluran bantuan pangan beras melalui penugasan kepada Bulog selama tiga bulan terakhir dipenuhi dari hasil penyerapan dalam negeri,” tandas Arief.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia