Agar Mandiri Pangan Tak Hanya Jargon Belaka
Lumbung Pangan
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sejatinya sudah melakukan berbagai cara untuk mewujudkan kemandirian pangan. Bahkan, kementerian teknis itu jauh-jauh hari telah menggaungkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045, artinya bangsa ini tidak sekadar mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tapi juga menjadi pemasok bagi masyarakat dunia. Untuk mewujudkan hal itu, kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pembangunan pertanian harus dipercepat dan hal ini butuh komitmen kuat dari pemerintah pusat dan daerah serta seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, modal berupa lahan dan alam yang cukup baik yang dimiliki RI harus dimanfaatkan dengan sentuhan teknologi.
Baca Juga:
Jaga Ketahanan Pangan, Pacu Investasi Pertanian
Menteri Syahrul juga menyatakan ketidaksetujuannya akan impor pangan. Saat Hari Krida Pertanian 2023 di Jakarta pada 21 Juni 2023 misalnya, Menteri Syahrul mengajak semua elemen untuk menyejahterakan petani dengan menstop impor pangan. “Mau sampai kapan, di saat panen raya melimpah dan produktivitas kita tertinggi, kita malah impor,” ujar Syahrul. Sekjen Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono menambahkan, pada 2019-2022, hanya empat pangan strategis yang benar-benar belum swasembada, yakni kedelai, bawang putih, daging sapi/kerbau, dan tebu (gula kristal putih). Status swasembada itu mengacu standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), yakni produksi mencapai 90% dari total kebutuhan nasional.
Tantangan sektor pertanian pangan memang tidak sedikit, mulai dari kemarau akibat fenomena El Nino, krisis pangan global, hingga persoalan di dalam negeri berupa konversi lahan pertanian dan mayoritas petani yang berusia tua. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Pertanian, dari total luas lahan sawah 7,46 juta hektare, terdapat 659.200 hektare yang beralih fungsi. Kementerian Pertanian mengupayakan hal itu bisa dibendung dengan penegakan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Kementerian itu juga berupaya mempercepat regenerasi petani guna mengatasi terbatasnya petani muda dengan mendorong munculnya wirausahawan muda pertanian.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






