Kamis, 14 Mei 2026

Bapanas: Ketersediaan Pangan Cukup hingga Tahun Depan

Penulis : Vinnilya Huanggrio
15 Aug 2024 | 17:21 WIB
BAGIKAN
Petani merawat tanaman sorgum di kebun Sekemala Integrated Farming (Sein Farm), Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa)
Petani merawat tanaman sorgum di kebun Sekemala Integrated Farming (Sein Farm), Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa)

JAKARTA, investor.id – Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan dengan mengacu proyeksi neraca pangan, ketersediaan pangan relatif sangat cukup sampai dengan tahun depan atau pada tahun 2025 mendatang.

“Posisi ketersediaan pangan ini tidak perlu dikhawatirkan karena pertama, produksi dalam negeri tetap berjalan. Kedua, kalaupun terjadi impor, importasi akan sangat-sangat terukur,” Ketut dalam program Investor Daily Talk di IDTV, Kamis (15/8/2024).

Dia menjelaskan, pemerintah tentu akan mengutamakan produksi di dalam negeri. Produktivitas domestik harus menjadi tonggak pertama yang harus diupayakan sehingga dari segi ketersediaan, stok pangan tidak lagi perlu dikhawatirkan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, terkait dengan keamanan pangan baik soal kandungan boraks, formalin dan sebagainya, Bapanas bersama pemerintah provinsi, kabupaten/kota terus melakukan pengawasan.

“Artinya sepanjang pengawasan-pengawasan yang dilakukan oleh Bapanas beserta dengan teman-teman provinsi maupun kabupaten, kota, keamanan pangan relatif bisa dijaga dengan baik,” tutur dia.

Sebagai gambaran, sejauh ini, pihaknya telah turun ke lapangan dan mendapati ketersediaan komoditas daging sapi relatif bagus. Selain itu, harga daging sapi juga relatif stabil di kisaran Rp 135.000 – Rp 140.000.

Bapanas: Ketersediaan Pangan Cukup hingga Tahun Depan
Ilustrasi: Investor Daily

Di sisi lain, justru ada harga komoditas pangan yang jatuh seperti bawang merah di tingkat produsen. Kondisi ini dipengaruhi produksi bawang merah di kabupaten Brebes, Nganjuk, dan beberapa wilayah lain sedang naik, sehingga harga di tingkat petani cenderung mengalami kontraksi.

“Oleh karena itu, kami langsung meminta Bulog, kemudian BUMN lainnya termasuk BUMD untuk melakukan penyerapan di tingkat petani. Sehingga kita harapkan dengan adanya penyerapan bawang merah di tingkat petani oleh Bulog maupun BUMN maupun BUMD bisa menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Harapan kita harga di petani tidak terlalu jatuh,” jelas Ketut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 37 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia