Bapanas: Ketersediaan Pangan Cukup hingga Tahun Depan
JAKARTA, investor.id – Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan dengan mengacu proyeksi neraca pangan, ketersediaan pangan relatif sangat cukup sampai dengan tahun depan atau pada tahun 2025 mendatang.
“Posisi ketersediaan pangan ini tidak perlu dikhawatirkan karena pertama, produksi dalam negeri tetap berjalan. Kedua, kalaupun terjadi impor, importasi akan sangat-sangat terukur,” Ketut dalam program Investor Daily Talk di IDTV, Kamis (15/8/2024).
Dia menjelaskan, pemerintah tentu akan mengutamakan produksi di dalam negeri. Produktivitas domestik harus menjadi tonggak pertama yang harus diupayakan sehingga dari segi ketersediaan, stok pangan tidak lagi perlu dikhawatirkan.
Sementara itu, terkait dengan keamanan pangan baik soal kandungan boraks, formalin dan sebagainya, Bapanas bersama pemerintah provinsi, kabupaten/kota terus melakukan pengawasan.
“Artinya sepanjang pengawasan-pengawasan yang dilakukan oleh Bapanas beserta dengan teman-teman provinsi maupun kabupaten, kota, keamanan pangan relatif bisa dijaga dengan baik,” tutur dia.
Sebagai gambaran, sejauh ini, pihaknya telah turun ke lapangan dan mendapati ketersediaan komoditas daging sapi relatif bagus. Selain itu, harga daging sapi juga relatif stabil di kisaran Rp 135.000 – Rp 140.000.
Di sisi lain, justru ada harga komoditas pangan yang jatuh seperti bawang merah di tingkat produsen. Kondisi ini dipengaruhi produksi bawang merah di kabupaten Brebes, Nganjuk, dan beberapa wilayah lain sedang naik, sehingga harga di tingkat petani cenderung mengalami kontraksi.
“Oleh karena itu, kami langsung meminta Bulog, kemudian BUMN lainnya termasuk BUMD untuk melakukan penyerapan di tingkat petani. Sehingga kita harapkan dengan adanya penyerapan bawang merah di tingkat petani oleh Bulog maupun BUMN maupun BUMD bisa menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Harapan kita harga di petani tidak terlalu jatuh,” jelas Ketut.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






