Menjaga Harga Pangan agar Tidak Jauh dari Koridor HET
8 Mar 2025 | 08:30 WIB
Harga Cabai
Dalam upaya memastikan kondisi harga pangan pokok, Kepala Bapanas Arief Prasetyo berkesempatan mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso blusukan ke Pasar Johar Baru, Jakarta, pada 5 Maret 2025. Hasilnya, pasokan pangan dan harganya juga baik, meski Johar Baru adalah pasar turunan, tidak ada harga di pasar itu yang di atas HET/HAP, kecuali cabai.
Cuaca hujan menjadi faktor penyebab utama jatuhnya produksi cabai. Karenanya, para petani cabai perlu pemahaman teknologi green house atau cungkup guna mencegah jatuhnya bunga tanaman sebelum waktunya. “Cabai ini memang tergantung sumber pasokannya karena beda-beda. Kalau hujan, bunga cabai rontok, sehingga tidak bisa sampai berbuah. Semoga ke depan petani cabai kita bisa menerapkan cungkup atau ada green house-nya, cungkup itu bisa membantu tanaman cabai sampai bisa dipanen 20 kali,” papar Arief.
Arief mengakui adanya ketidakstabilan harga jual di tingkat konsumen, khusus pada cabai rawit merah. Lonjakan harga pangan itu tengah dikendalikan dengan mengontrol distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit serta memperluas akses pangan melalui kios pangan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.
Rerata harga cabai rawit merah di tingkat produsen kini Rp 73.774 per kilogram (kg) dan di konsumen Rp 94.193 per kg. “Concern kita hanya di cabai rawit yang agak tinggi harganya karena memang cuaca hujan, tanaman tidak berbunga. Tapi bisa dipastikan stoknya cukup, tinggal bagaimana kita fokus pada pemerataan distribusinya,” ujar Arief.
Upaya lain Bapanas guna mengontrol ketidakstabilan harga cabai rawit merah adalah identifikasi stok dan kebutuhan tiap daerah, fasilitasi distribusi pangan (FDP), mendorong subsidi harga pangan oleh APBD provinsi dan kabupaten/kota, serta pengawasan harga secara intensif.
Kendati begitu, Bapanas yakin harga cabai dapat stabil lagi beberapa minggu ke depan. Meski demikian, Bapanas tetap berharap harganya tidak boleh jatuh terlalu dalam agar petani cabai bisa recovery. “Harga cabai bisa turun, ini sudah mulai musim panas. Mudah-mudahan beberapa minggu ke depan cabai bisa lebih baik harganya,” kata dia.
Di periode 3-4 bulan lalu, harga cabai di petani sempat jatuh dan kini recovery, artinya kenaikan harga di konsumen ada dampak positifnya bagi petani. “Saat ini, saudara-saudara petani cabai kita bisa recovery. Ingat, kata Bapak Presiden Prabowo, petani Indonesia harus bisa lebih sejahtera dan makmur,” tandas Arief. (BTV/IDTV/B1/ID/tl)
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






