Kamis, 14 Mei 2026

Flash Coffee Tunjuk Bardon Matthew sebagai CEO Baru

Penulis : Euis Rita Hartati
3 Jul 2025 | 13:41 WIB
BAGIKAN
 Chief Executive Officer (CEO) Flash Coffee  Bardon Matthew
Chief Executive Officer (CEO) Flash Coffee Bardon Matthew

JAKARTA, investor.id - Flash Coffee resmi mengumumkan penunjukan Bardon Matthew sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru. Hal ini menandai momen penting dalam strategi pemulihan perusahaan dan fokus yang diperbarui terhadap pasar Indonesia. 

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri F&B Asia Tenggara, Bardon mengemban mandat yang jelas yakni melanjutkan pemulihan bisnis Flash Coffee, memperkuat operasional, mempertajam eksekusi, dan membuka fase pertumbuhan cepat dan menguntungkan berikutnya. 

Penunjukan Bardon mengikuti dua pengumuman penting awal tahun ini: fokus penuh ke Indonesia sebagai pasar tunggal Flash Coffee, dan pergeseran menuju profitabilitas yang disiplin di tingkat toko. Keduanya menjadi fondasi keberhasilan penggalangan dana US$ 3 juta baru-baru ini. Kedatangan Bardon ditujukan untuk mempercepat prioritas ini dengan kepemimpinan langsung dan keahlian operasional yang mendalam agar bisa tumbuh secara konsisten. 

Bardon Matthew memulai langkahnya sebagai barista, mempelajari seluk-beluk industri kopi dari bawah—mengenal pelanggan, memahami operasional, hingga mengasah keterampilan tim. Bardon telah menjadi bagian dari momen-momen penting dalam industri ritel kopi modern di Indonesia, mulai dari bergabung dengan Starbucks saat ekspansi awalnya di Indonesia, menjadi tim pendiri J.Co Donuts & Coffee saat masuk ke pasar Singapura, hingga mendukung peluncuran Maxx Coffee di Indonesia, dan memimpin Divisi Operasional di Fore Coffee. Ia mengelola jaringan 230 toko dalam masa pertumbuhan yang pesat.

ADVERTISEMENT

Industri ritel kopi di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan pesat, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) lebih dari 10% dan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai US$ 1,7 miliar pada tahun 2028. Urbanisasi, peningkatan daya beli, serta konsumen muda yang melek digital menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan terhadap konsep kedai kopi modern.

Saat ini, jaringan kopi modern baru menguasai sekitar 10% dari total pasar, meninggalkan peluang besar di industri yang masih sangat terfragmentasi. Flash Coffee melihat potensi ini dan menargetkan ekspansi ke 500 toko atau lebih di seluruh Indonesia, guna menangkap pangsa pasar yang belum tergarap secara optimal.

Sebagai pemain yang menyasar segmen menengah ke atas, Flash Coffee siap memimpin pertumbuhan di kategori kafe modern yang berkualitas, berorientasi komunitas, dan mudah diakses. Segmen ini masih kurang terlayani, namun menunjukkan prospek cerah, seiring dengan pertumbuhan kelas menengah dan peningkatan GDP nasional.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia