Momentum Mendongkrak Ekspor dan Investasi di Industri Alas Kaki
JAKARTA, investor.id – Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) memangkas tarif bea masuk produk Indonesia dari 32% menjadi 19%. Harapannya, tarif baru ini menjadi momentum untuk meningkatkan nilai ekspor dan investasi industri padat karya alas kaki dalam negeri.
Direktur Eksekutif Aprisindo, Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan, meski pemangkasan tarif ini dianggap sebagai tantangan oleh berbagai pihak, namun bagi industri padat karya seperti di sektor alas kaki, kebijakan itu dapat dimaknai sebagai peluang strategis ke depannya.
“Karena hasil tarif 19% bagi Indonesia ini memberikan dampak yang positif dengan harapan meningkatkan nilai ekspor dan investasi di sektor industri padat karya alas kaki,” ungkapnya dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu (20/7/2025).
Yoseph menjelaskan, tarif resiprokal AS menjadi salah satu faktor eksternal paling berpengaruh pada angka ekspor sektor alas kaki yang mencapai US$ 2.393 juta pada 2024. Ke depannya, angka ini akan mengalami peningkatan signifikan.
Menurut Yoseph, peluang peningkatan nilai ekspor dan investasi ini juga nantinya akan berdampak kepada peningkatan penyerapan tenaga kerja di industri padat karya.
Apalagi, tutur dia, industri padat karya pada sektor alas kaki menyerap banyak tenaga kerja hingga lebih dari 1,3 juta orang, yang menjadi salah satu penyangga perekonomian nasional.
Selain itu, Yoseph menilai, tarif impor 19% ini membawa Indonesia akan lebih kompetitif dibandingkan dengan negara lain. Indonesia dapat lebih bersaing dengan Vietnam yang dikenakan tarif 20%, Kamboja 36%, Malaysia 25%, Thailand 36%, Laos 40%, serta Korea Selatan dan Jepang 25%.
“Di sektor alas kaki, pekerja Indonesia memiliki keunggulan kualitas dalam membuat alas kaki dengan telaten dan rapi, dimana pihak buyer akan mencari kualitas lebih bagus dengan tarif masuk dengan harga yang terjangkau untuk memanfaatkan peluang ini,” ucapnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler



