Kamis, 14 Mei 2026

Kadin Ingatkan Pemerintah Kesiapan Infrastruktur hingga SDM sebelum Tambah KEK Baru

Penulis :  Vinnilya Huanggrio
14 Sep 2025 | 19:36 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan pemeritah agar memastikan kesiapan infrastruktur hingga SDM saat hendak menambah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kepastian tersebut untuk mencegah terulangnya persoalan lama, KEK tidak produktif seperti yang diharapkan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menyampaikan hal itu merespons rencana pemerintah menambah enam KEK. 

Sarman menuturkan, realisasi investasi KEK hingga semester I-2025 baru mencapai Rp294 triliun dari target Rp1.000 triliun. Kondisi ini menunjukkan kontribusi KEK terhadap perekonomian masih jauh dari harapan.

ADVERTISEMENT

“Dari 25 KEK yang ada, belum semua produktif. Artinya memang ada hambatan yang membuat kawasan ini tidak berkembang, apakah karena infrastrukturnya yang belum memadai, pasokan energi, perizinan, atau insentif yang tidak cukup menarik,” ujar Sarman saat dihubungi, Minggu (14/9/2025).

Dengan tambahan enam KEK, total kawasan akan mencapai 31. Kadin menegaskan pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh agar penambahan kawasan benar-benar memberikan dampak nyata. 

“Harapan kami, 31 KEK ini betul-betul mampu merealisasikan tujuannya, yakni menumbuhkan ekonomi daerah, mendorong pemerataan pembangunan, dan menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Menurut Kadin, agar investor mau masuk ke KEK, pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur, kepastian lahan, pasokan energi, kemudahan perizinan, insentif fiskal, hingga kualitas tenaga kerja lokal. Tanpa itu, KEK baru berisiko mengalami nasib serupa dengan KEK lama yang belum optimal.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia