Indofood Agri Siapkan MTN Sin$ 500 Juta
JAKARTA – Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri), anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), menyiapkan program penerbitan euro medium term note (EMTN) senilai total Sin$ 500 juta atau sekitar Rp 4,6 triliun. Perseroan akan menerbitkan surat utang berjangka menengah itu secara bertahap.
Direktur Eksekutif IndoAgri Mark Julian Wakeford mengungkapkan, perseroan akan menawarkan surat utang itu di Singapura. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut menunjuk DBS Bank Ltd sebagai perantara dan agen penjual. “Program EMTN telah disetujui Bursa Efek Singapura (SGX).
IndoAgri akan menerbitkan surat utang secara berseri. Masing-masing seri dapat diterbitkan dengan nilai bervariasi serta dalam berbagai mata uang dan tenor,” jelas Wakeford dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Singapura dan Indonesia, Senin (30/9).
IndoAgri akan menggunakan dana hasil penerbitan MTN untuk membiayai modal kerja dan keperluan perusahaan lainnya. IndoAgri merupakan perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Singapura. Sedangkan Indofood Sukses Makmur selaku induk usaha tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca selengkapnya di
Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler




