Kamis, 14 Mei 2026

Kantongi US$ 20 Juta, KoinWorks Perkuat Modal dan Fasilitasi Pembiayaan

Penulis : Prisma Ardianto
13 Apr 2020 | 15:08 WIB
BAGIKAN
Penyedia layanan fintech p2p lending PT Lunaria Anua Teknologi atau KoinWorks mengumumkan telah mengantongi dana sebesar US$ 20 juta, dalam bentuk ekuitas dan pendanaan pinjaman. (Dok)
Penyedia layanan fintech p2p lending PT Lunaria Anua Teknologi atau KoinWorks mengumumkan telah mengantongi dana sebesar US$ 20 juta, dalam bentuk ekuitas dan pendanaan pinjaman. (Dok)

JAKARTA, investor.id -- Penyedia layanan fintech p2p lending PT Lunaria Anua Teknologi atau KoinWorks mengumumkan telah mengantongi dana sebesar US$ 20 juta, dalam bentuk ekuitas dan pendanaan pinjaman. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan memfasilitasi penyaluran pembiayaan.

Executive Chairman & Co Founder KoinWorks Willy Arifin menyebut, perlindungan bagi pendana atau pemberi pinjaman (lenders) adalah prioritas utama bagi perseroan. Oleh karena itu, perseroan terus berupaya memperkuat struktur permodalan.

"Kami dengan bangga mengumumkan penerimaan pendanaan dari berbagai sumber di tengah situasi bisnis yang menantang. KoinWorks juga tetap berdiri beriringan dengan berbagai institusi keuangan besar dan ratusan ribu pendana ritel untuk mendukung UKM digital selama Covid-19 mewabah,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Senin (13/4).

Dari sisi ekuitas, KoinWorks sebelumnya telah mengumumkan penerimaan pendanaannya dari investor seperti Quona Capital, EV Growth, dan Saison Capital, bersama dengan investor investor lainnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, sambung Willy, KoinWorks juga mengumumkan penerimaan pendanaan yang akan dimanfaatkan untuk memfasilitasi penyaluran pembiayaan melalui platform fintech p2p lending. Fasilitas pembiayaan baru tersebut salah satunya diberikan oleh perbankan global asal Belanda, yaitu Triodos Bank.

CEO & Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono menambahkan, investasi dari Tridos menunjukkan kepercayaan diri atas kemampuan perseroan sebagai penyedia layanan fintech p2p lending. Apalagi, ketika kondisi perrekonomian tengah bergejolak seperti saat ini.

"Kami dengan senang memiliki institusi internasional terkemuka yang bergabung bersama jajaran investor kami seraya terus bergerak maju,” ungkap Benedicto.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia