Kamis, 14 Mei 2026

HSBC Indonesia Tingkatkan Layanan Digital Bagi Nasabah Korporasi

Penulis : Happy Amanda Amalia
10 Sep 2020 | 06:23 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi Gedung HSBC. ( Foto:  AFP Photo/Ozan Kose )
Foto ilustrasi Gedung HSBC. ( Foto: AFP Photo/Ozan Kose )

JAKARTA, investor.id – PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) pada Selasa (8/9) memperkenalkan beberapa layanan digital yang merupakan penyempurnaan dari layanan yang diberikan pada nasabah korporasi, terutama di sisi cash management, yang meliputi Digital Account Receivables Tools (DART), Receivables Management System (RMS) dan Omni Collect. Keseluruhan sistem tersebut ditujukan membantu nasabah mengalihkan proses manual menjadi elektronik.

Menurut catatan Bank Indonesia, di era disrupsi teknologi saat ini jumlah volume transaksi digital perbankan pada April 2020 meningkat signifikan sebanyak 37,5% secara tahunan. Sementara kenaikan transaksi uang elektronik selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April 2020 mencapai 64,5%.

Catatan itu juga tercermin dalam survei terbaru HSBC Navigator: “Building Back Better”, yang menunjukkan hampir dua per tiga (64%) bisnis di Indonesia sangat setuju bahwa dalam menghadapi tantangan, bisnis dapat memanfaatkan tekonolgi untuk meningkatkan kinerja. Angka ini cukup tinggi dibanding negara-negara lain (44%).

Head of Global Liquidity and Cash Management (GLCM) PT Bank HSBC Indonesia, Herani Hermawan mengatakan, peningkatan dalam penggunaan perbankan digital merupakan indikasi kebutuhan nasabah korporasi dalam memanfaatkan teknologi.

ADVERTISEMENT

“Pandemi telah mendorong klien kami yang sebelumnya lebih konservatif dalam mengadopsi fitur digital menjadi lebih terbuka dan beradaptasi dengan model operasional baru. Sebagai contoh, penting bagi nasabah korporasi untuk dapat menyederhanakan dan mempermudah rekonsiliasi piutang,” ujarnya dalam siaran pers.

Untuk itu tim GLCM HSBC Indonesia memperkenalkan serangkaian pernyempurnaan pada sistem digital bagi nasabah korporasi, yang juga meliputi beberapa kemudahan tambahan seperti Liquidity Management Portal (LMP) yang tersedia melalui internet banking, dan soft token untuk mengakses HSBCnet dengan aplikasi ponsel. Dengan demikian, nasabah korporasi dapat menikmati kemudahan dan kenyamanan akses internet banking melalui ponsel untuk mengelola keuangan perusahaan kapan saja, dan di mana saja.

Sejumlah pelanggan disebut-sebut telah menikmati layanan ini, termasuk Amanda Rendyaswara, dari PT Reckitt Benckiser Indonesia. “Reckitt Benckiser Indonesia selalu mencari solusi teknologi sebagai pendorong untuk merampingkan proses. Mengingat hubungan yang terjalin lama dengan HSBC Indonesia, kami percaya bahwa solusi baru HSBC-DART sangat membantu kami dalam hal pengelolaan data. Kini kami menerima laporan lengkap dalam waktu singkat. Dari segi internal, proses kami kini menjadi sangat efisien. Ini sangat membantu kami dalam hal efektivitas dan efisiensi,” katanya.

Menanggapi hal itu, Herani mengatakan bahwa ini adalah bukti bahwa kami bertumbuh dari keinginan kami memberikan layanan nasabah yang sesuai dengan kebutuhan. “Kami senantiasa berinvestasi dalam teknologi digital untuk menyederhanakan proses dan perbankan bagi mereka, terutama selama masa-masa sulit,saat teknologi dan digitalisasi memainkan peran lebih penting dari sebelumnya,” tuturnya.

Dengan beberapa fitur digital baru ini, selain pengalaman yang lebih baik dalam otomasi proses bagi nasabah, HSBC juga membantu pertumbuhan bisnis, mengurangi biaya operasional, mempercepat pengelolaan arus kas dan mengurangi faktor kesalahan manual.


 

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia