Kredit UMKM Tumbuh 6,7% pada Juni, Terburuk di Paruh Pertama 2024
JAKARTA, investor.id – Kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melanjutkan perlambatan pertumbuhan sampai dengan paruh pertama tahun ini. Bahkan pertumbuhan sebesar 6,7% pada Juni 2024 tercatat menjadi yang terburuk.
Berdasarkan data Uang Beredar (M2) dari Bank Indonesia (BI), kredit UMKM pada Juni 2024 tercatat mencapai Rp 1.375,2 triliun. Angka ini memang masih mampu bertumbuh 6,7% secara tahunan (year on year/yoy).
Kendati begitu, angka pertumbuhan kredit UMKM per Juni menjadi yang terendah sepanjang paruh pertama tahun ini. Hal tersebut juga menandai bahwa kredit UMKM terus tumbuh tapi punya kecenderungan terus melambat.
Kredit UMKM pada periode Januari-Juni 2024 masing-masing bertumbuh sebesar 8,9%, 8,9%, 8,7%, 8,1%, 7,3%, dan 6,7%. Angka-angka tersebut jauh tertinggal dari perkembangan total kredit perbankan.
Adapun total kredit perbankan sampai dengan Juni 2024 masih bertumbuh di level double digit atau sebesar 11,5% (yoy) menjadi Rp 7.403,5 triliun. Pertumbuhan ini bahkan sedikit lebih baik dari bulan sebelumnya yang sebesar 11,4%.
Jika ditilik lebih lanjut, kredit perbankan sampai dengan paruh pertama tahun ini cenderung disokong dari golongan kredit korporasi. Kredit korporasi ini tercatat tumbuh dalam kisaran tinggi yakni 16,2% (yoy) menjadi sebesar 3.953,7 triliun.
Berdasarkan jenis penggunaan hingga Juni 2024, pertumbuhan didorong kredit investasi (KI) sebesar 13,9% menjadi Rp 1.973,3 triliun. Disusul kredit modal kerja (KMK) yang naik 10,9% menjadi Rp 3.337,2 triliun. Selanjutnya kredit konsumsi (KK) yang meningkat 10,4% menjadi Rp 2.093,0 triliun.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






