Sabtu, 4 April 2026

Kredit UMKM Tumbuh 6,7% pada Juni, Terburuk di Paruh Pertama 2024

Penulis : Prisma Ardianto
22 Jul 2024 | 16:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perajin menyelesaikan pembuatan batik berbahan limbah mangrove di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Ilustrasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perajin menyelesaikan pembuatan batik berbahan limbah mangrove di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

JAKARTA, investor.id – Kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melanjutkan perlambatan pertumbuhan sampai dengan paruh pertama tahun ini. Bahkan pertumbuhan sebesar 6,7% pada Juni 2024 tercatat menjadi yang terburuk.

Berdasarkan data Uang Beredar (M2) dari Bank Indonesia (BI), kredit UMKM pada Juni 2024 tercatat mencapai Rp 1.375,2 triliun. Angka ini memang masih mampu bertumbuh 6,7% secara tahunan (year on year/yoy).

Kendati begitu, angka pertumbuhan kredit UMKM per Juni menjadi yang terendah sepanjang paruh pertama tahun ini. Hal tersebut juga menandai bahwa kredit UMKM terus tumbuh tapi punya kecenderungan terus melambat.

Advertisement

Kredit UMKM pada periode Januari-Juni 2024 masing-masing bertumbuh sebesar 8,9%, 8,9%, 8,7%, 8,1%, 7,3%, dan 6,7%. Angka-angka tersebut jauh tertinggal dari perkembangan total kredit perbankan.

Adapun total kredit perbankan sampai dengan Juni 2024 masih bertumbuh di level double digit atau sebesar 11,5% (yoy) menjadi Rp 7.403,5 triliun. Pertumbuhan ini bahkan sedikit lebih baik dari bulan sebelumnya yang sebesar 11,4%.

Jika ditilik lebih lanjut, kredit perbankan sampai dengan paruh pertama tahun ini cenderung disokong dari golongan kredit korporasi. Kredit korporasi ini tercatat tumbuh dalam kisaran tinggi yakni 16,2% (yoy) menjadi sebesar 3.953,7 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan hingga Juni 2024, pertumbuhan didorong kredit investasi (KI) sebesar 13,9% menjadi Rp 1.973,3 triliun. Disusul kredit modal kerja (KMK) yang naik 10,9% menjadi Rp 3.337,2 triliun. Selanjutnya kredit konsumsi (KK) yang meningkat 10,4% menjadi Rp 2.093,0 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Finance 19 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 32 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 33 menit yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh
Market 3 jam yang lalu

Harga CPO Melejit, Tren Naik Berlanjut

Harga CPO di Bursa Malaysia melejit, lanjutkan tren naik 5 pekan, didorong minyak nabati global dan lonjakan harga energi

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia