Kamis, 14 Mei 2026

BCA dan BCA Life Hadirkan Produk Asuransi Kritis

Penulis : Nida Sahara
17 Des 2024 | 12:56 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Dok. B-Universe Photo)
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan produk Safety Guard Critical Cover (STAR). Produk ini merupakan asuransi penyakit kritis tradisional yang memberikan perlindungan terhadap 135 kondisi penyakit kritis dan perlindungan jiwa. 

Adapun uang pertanggungan yang ditawarkan mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. STAR merupakan bentuk komitmen BCA Life dan BCA untuk memberikan solusi proteksi bagi masyarakat Indonesia. Produk ini menawarkan perlindungan finansial dari risiko penyakit kritis dan jiwa kepada diri, pasangan, dan keluarga.

Kehadiran STAR ini juga merespons tren peningkatan jumlah pasien penyakit kritis seperti kanker, stroke, serangan jantung, diabetes, dan gagal ginjal di Indonesia. Mengutip data dari Profil Kesehatan Indonesia 2023 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, penyakit kritis seperti jantung, stroke, dan kanker memerlukan biaya perawatan yang sangat besar.

Baca juga: BBCA Bagikan Dividen Total Rp6,16 Triliun

ADVERTISEMENT

Hingga akhir 2023, penyakit jantung mencatat pembiayaan tertinggi dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan total Rp 17,63 triliun, dengan lebih dari 20 juta kasus yang dibiayai. Oleh karena itu, memiliki perlindungan asuransi penyakit kritis menjadi sangat krusial untuk membantu mengurangi beban finansial yang signifikan.  

Presiden Direktur BCA Life Christine Setyabudhi dalam keterangannya menyatakan, BCA Life senantiasa berinovasi untuk terus menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan terkini untuk keluarga Indonesia.

"Dengan produk STAR, kami menyediakan solusi perlindungan yang relevan di tengah tren peningkatan penyakit kritis di Indonesia. Kami berharap dengan hadirnya produk STAR ini, nasabah dapat menjalani hidup semakin aktif dan tenang karena telah terproteksi dengan baik. Terlebih, produk STAR juga memiliki fitur no claimbonus, yang bisa dimanfaatkan nasabah jika tidak terjadi klaim setiap periode 10 tahunan," jelas Christine, Selasa (17/12/2024).

Baca juga: Garuda Indonesia dan BCA Digital Luncurkan Kartu Debit Co-brand

Usia masuk untuk pemegang polis mulai dari 21 hingga 65 tahun dan untuk tertanggung mulai dari 1 hingga 65 tahun. Produk ini juga berlaku di mana saja dan tanpa batasan lokasi, sehingga diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan perlindungan finansial keluarga Indonesia secara komprehensif.

Sementara itu, Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengatakan, penyakit kritis tidak hanya memberikan ancaman bagi kesehatan seseorang, tapi juga menimbulkan risiko finansial bagi penderita dan keluarga. Hal ini terjadi karena penyakit kritis harus ditangani secara intensif sehingga menimbulkan beban finansial yang relatif besar.

"Oleh karena itu, bersinergi dengan BCA Life, kami meluncurkan produk STAR untuk memastikan bahwa perlindungan finansial dari penyakit kritis kini bisa dimiliki oleh segenap nasabah dan keluarga tercinta. BCA dan entitas anak senantiasa memperkuat ekosistem bersama, guna memberikan solusi keuangan terbaik serta memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin berkembang,” ungkap Haryanto.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 37 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia