Jumat, 15 Mei 2026

Kredit Perbankan Tumbuh 9,16% pada Kuartal I-2025

Penulis : Prisma Ardianto
23 Apr 2025 | 15:12 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,16% year on year (yoy) yang berakhir pada Maret 2025 atau kuartal I-2025. Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit dan kondisi likuiditas masih cukup memadai.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan April 2025, pada Rabu (23/4/2025) menyatakan bahwa kredit perbankan tetap tumbuh positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan kredit pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,16% year on year, lebih rendah dari 10,3% year on year pada Februari 2025,” demikian ungkap Perry.

ADVERTISEMENT

Dalam jenis pengunaa, pertumbuhan kredit investasi masih relatif tinggi yaitu 13,36% yoy, sementara pertumbuhan kredit konsumsi dan kredit modal kerja masing-masing tercatat sebesar 9,32% yoy dan 6,51% yoy pada kuartal I-2025.

“Pembiayaan syariah tumbuh 9,18% yoy sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 1,95% yoy,” imbuh Perry.

Dia juga melaporkan bahwa dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit dan kondisi likuiditas masih cukup memadai. Meskipun turut disebutkan bahwa sejumlah bank mulai menghadapi kendala dalam meningkatkan pendanaan, baik dana pihak ketiga (DPK) maupun sumber lainnya untuk penyaluran kreditnya.

Dari sisi permintaan, kontribusi pertumbuhan kredit terutama didukung pada sektor industri pertambangan dan jasa sosial. Sementara kontribusi pertumbuhan kredit dari sektor konstruksi dan perdagangan masih terbatas seiring dengan pola pertumbuhan sektoral ekonomi Indonesia.

“Ke depan, berbagai risiko ketidakpastian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan kredit dan preferensi penempatan aset likuid oleh perbankan,” tandas Perry.

Di sisi lain, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 April 2025 juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 5,75%, suku bunga deposit facility menjadi 5,00%, dan suku bunga lending facility menjadi 6,50%.

“Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga perkiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1%, mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai fundamental di tengah meningkatnya ketidakpastian global serta turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” tandas Perry

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 37 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia