Sabtu, 4 April 2026

Menkeu Purbaya Soroti NIM Perbankan RI: Tertinggi di Dunia dan Akhirat

Penulis : Akmalal Hamdhi
15 Feb 2026 | 16:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya  Yudhi Sadewa usai menghadiri acara Economic Outlook di Graha CIMB Niaga Financial Hall, Jakarta, Kamis (12/2/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri acara Economic Outlook di Graha CIMB Niaga Financial Hall, Jakarta, Kamis (12/2/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap struktur perbankan nasional yang dinilai masih mempertahankan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) terlalu tinggi. Purbaya menyebut kondisi ini sebagai persoalan struktural yang telah mengakar selama puluhan tahun di Indonesia.

Purbaya menyoroti lambatnya transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) ke tingkat bunga kredit perbankan. Ia bahkan menggunakan istilah satire untuk menggambarkan besarnya margin keuntungan bank di tanah air.

“Ini kan masalah di perbankan kita sudah mungkin 30 tahun, 40 tahun seperti ini. Di mana net interest margin kita besar, tertinggi di dunia dan akhirat,” ujar Purbaya Dalam acara economic outlook di Graha CIMB Niaga, Jakarta, baru-baru ini, yang disambut gelak tawa para peserta acara.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2025 mencatat rata-rata NIM industri perbankan berada di level 4,56%. Meski sedikit menurun dari tahun sebelumnya, angka ini masih jauh di atas negara maju seperti Amerika Serikat (2–3%) atau Australia (2%). Bahkan, sejumlah bank besar di Indonesia masih menikmati NIM di kisaran 5–6%.

Advertisement

Purbaya menilai tingginya NIM ini disebabkan oleh struktur pasar perbankan Indonesia yang cenderung oligopoli. Kondisi tersebut membuat dorongan untuk menurunkan suku bunga kredit menjadi sangat lambat meski kebijakan moneter sudah melonggar.

“Kalau saya lihat sebagai ekonom ya, struktur perbankan kita cenderung oligopoli. Ya harusnya bank sentral yang ngatur itu. Saya enggak tahu gimana caranya. Tapi harusnya ada cara untuk menurunkan seperti itu,” sebutnya.

Kendati demikian, Purbaya mengakui mulai melihat adanya perbaikan arah ekonomi setelah BI menurunkan suku bunga acuan. Ia menekankan bahwa dampak kebijakan moneter memang tidak bisa dirasakan secara instan oleh sektor riil.

“Yang jelas gini, kebijakan moneter ke sektor riil, ke perbankan itu ada delay. Saya enggak tahu bisa berapa lama delay-nya. Tapi kalau ke ekonomi, saya lihat walaupun perbankan yang mengatur bunga, empat bulan itu sudah kelihatan perbaikan arah ekonominya gara-gara bank sentral menurunkan bunga,” jelas Menkeu.

Guna mendukung tren penurunan suku bunga lebih lanjut, Purbaya berkomitmen memastikan ketersediaan likuiditas di pasar tetap terjaga. Ia menjelaskan bahwa perputaran uang dari program pembangunan pemerintah akan kembali menyuplai sistem perbankan.

“Kita pastikan likuiditas cukup di pasar. Jadi harusnya ruang ke arah bunga yang lebih rendah akan terbuka lagi,” pungkas Purbaya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 53 detik yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 26 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 38 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 39 menit yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia