Kamis, 14 Mei 2026

Sungai Brantas Tercemar Mikroplastik

Penulis : Investor Daily
14 Jul 2020 | 05:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sampah plastik
Ilustrasi sampah plastik

Mimprihatinkan. Air sungai Brantas di Kota Kediri, Jawa Timur sudah tercemar mikroplastik. Hal itu terkonfirmasi dari hasil penelitian Ecological Obser vation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Tim peneliti Ecoton menemukan sejumlah polutan berbahaya di sungai terpanjang ke dua di Pulau Jawa tersebut. Yakni di antaranya kandungan mi kroplastik. Padahal, mikroplastik dapat merusak ekosistem dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Data tersebut setidaknya menggambarkan persoalan darurat sampah plastik di Sungai Brantas perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Jumlah sampah kian bertambah seiring pertambahan penduduk. Plastik berupa bekas botol, kantong keresek, dan ke masan lama-kelamaan menjadi mikroplastik yang sangat berbahaya jika termakan oleh ikan-ikan yang kemudian dikonsumsi manusia.

Apalagi plastic merupakan bahan yang baru akan terurai setelah be ratus-ratus tahun.

ADVERTISEMENT

Karena karakteristiknya yang ta han lama, dapat terapung dan mampu mengakumulasi racun yang ada di sungai, plastik sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup biota sungai.

Sampah plastik selain menyebabkan pencemaran, juga bisa mengakibatkan penurunan kualitas perairan, kerusakan ekosistem, lambatnya pertumbuhan ikan dan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang bermatapencaharian di tepian sungai.

Oleh karena itu, kerusakan ekosistem di Sungai Brantas ini perlu mendapat perhatian serius, karena kerusakan lingkungan perairan sungai akan menjadi malapetaka, baik saat ini maupun masa depan bila tidak diatasi secara simultan. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan sungai –termasuk su ngai-sungai di Tanah Air-- me rupakan program yang sangat strategisyang mendesak dilakukan agar tidak merugikan secara ekologis dan ekonomis.

Gatot Susanto

Surabaya

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 57 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia