Kamis, 14 Mei 2026

Hanggar Lion Air di Hang Nadim Dibangun Agustus

Penulis : Antara
8 Mei 2012 | 13:55 WIB
BAGIKAN

BATAM - Pembangunan hanggar Maskapai Penerbangan Lion Air di sekitar Bandara Hang Nadim Batam Provinsi Kepulauan Riau dimulai Agustus 2012.

"Pembangunan dimulai enam bulan sejak Februari," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Selasa.

Ia mengatakan saat ini pembangunan hanggar maskapai penerbangan nasional itu masih dalam tahap pematangan lahan.

Lion Air rencananya membangun hanggar di atas lahan seluas empat ha sebagai tempat untuk perbaikan dan perawatan pesawat. "Pematangan harus benar, karena untuk menahan barang berat," kata dia.

Djoko mengatakan saat ini Lion Air memiliki hanggar sementara di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, dan berencana menjadikan hanggar di bagian kanan Bandara Hang Nadim Batam sebagai tempat perawatan armada pesawatnya di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Ia menyatakan Lion Air memilih Batam untuk menunjang pengembangan bisnisnya karena kompleks Bandara Hang Nadim sangat luas dan memiliki landasan pacu sepanjang 4.025 meter yang terpanjang di Indonesia," kata dia.

Dengan armada sekarang mencapai 90 pesawat, Lion Air per hari melakukan 500 penerbangan domestik seluruh Indonesia dengan jumlah penumpang mencapai 80.000 orang dan berencana mulai akhir 2012 meningkatkan menjadi 100.000 orang penumpang per hari.

"Bagi Lion pembangunan hanggar bisa menghemat biaya operasional perawatan pesawat. Tidak kalah penting, dengan demikian Lion juga menciptakan lapangan kerja di Batam," kata dia.

Bandara itu dilengkapi dengan apron seluas 110.541 m persegi, terminal berfasilitas empat garbarata dengan daya tampung sebanyak 3,3 juta orang per tahun, kapasitas penyimpanan barang sebanyak 16.230 ton, serta kapasitas penyimpanan bahan bakar sebanyak 52.000 kiloliter.

"Lion Air berencana melakukan penambahan sampai 240 pesawat pada 2017. Artinya dengan pembangunan hanggar di Batam juga akan menyerap banyak tenaga kerja," kata Djoko. (ant/gor)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 1 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia