Kebakaran Lahan Musnahkan Separuh Populasi Koala
SYDNEY, investor.id – Setidaknya separuh populasi koala bebas penyakit di Australia musnah akibat kebakaran hebat lahan yang menghanguskan habitatnya. Padahal, koala bebas penyakit adalah jaminan utama bagi kelangsungan spesies dilindungi tersebu.
Habitatnya di Pulau Kanguru, yang juga merupakan daerah kunjungan turis berbasis alam terkenal di negara bagian Australia Selatan, juga merupakan rumah bagi banyak fauna asli. Termasuk koala yang populasinya ditaksir mencapai 50.000 ekor.
Kebakaran hebat lahan yang menyapu wilayah tenggara selama satu bulan terakhir diperkirakan telah menewaskan sekitar setengah miliar fauna asli di negara bagian New South Wales saja.
Kondisinya sangat buruk dalam beberapa hari terakhir. Karena api terus berkobar di Pulau Kanguru dan menyebar cepat menghanguskan 170.000 hektar lahan atau sepertiga wilayah pulau itu pada Jumat (3/1) lalu.
“Lebih dari 50% (populasi koala) sudah musnah. Yang luka juga sangat parah. Yang lainnya kehilangan habitat, sehingga kelaparan menjadi isu utama dalam beberapa pekan ke depan,” ujar Sam Mitchell dari Kangaroo Island Wildlife Park, kepada AFP.
Hasil studi Universitas Adelaide pada Juli tahun lalu menunjukkan bahwa spesies koala Pulau Kanguru sangat penting bagi kelangsungan hidup populasi yang lebih besar. Spesies tersebut adalah satu-satunya kelompok besar yang bebas klamidia.
Infeksi bakteri itu dapat menyebabkan kebutaan, ketidaksuburan, dan kematian. Penyakit ini banyak menimpa koala di negara bagian Queensland dan New South Wales. Juga ditemukan di negara bagian Victoria.
“Mereka adalah populasi penjamin bagi seluruh populasi. Kebakaran ini telah menghancurkan populasi mereka,” ujar Jessica Fabijan dari University of Adelaide.
Ia menambahkan, kebakaran hebat di New South Wales dan wilayah Gippsland di Victoria juga diperkirakan menewaskan banyak fauna lainnya.
“Ini adalah salah satu tragedi terbesar sejak 1800-an bagi populasi mereka, tatkala mereka diburu untuk diambil bulunya,” tambah Fabijan. (afp/sn)
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler

