Kamis, 14 Mei 2026

Hari Ini, Jokowi Agendakan Hadiri KTT dengan Mitra Wicara ASEAN

Penulis : Novy Lumanauw
12 Nov 2022 | 08:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers disela kegiatan KTT ASEAN di Kamboja, Jumat (11/11/2022).
Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers disela kegiatan KTT ASEAN di Kamboja, Jumat (11/11/2022).

PHNOM PENH, investor.id  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menghadiri sederet Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan mitra wicara ASEAN dan pertemuan bilateral, pada hari keempat kunjungannya di Kamboja, pada Sabtu (12/11/2022).

Mengawali agendanya, Presiden Jokowi menghadiri KTT ASEAN Plus Three (APT) di Hotel Sokha, Phnom Penh. Selanjutnya,  mengikuti KTT ASEAN - India ke-19 untuk memperingati hubungan dialog ASEAN - India ke-30 tahun. Agenda berikutnya, Presiden Jokowi akan menghadiri KTT ASEAN-Australia ke-2.

Pada siang harinya, Kepala Negara akan mengikuti KTT ASEAN - Jepang ke-25. Selepas itu, Presiden Jokowi akan menghadiri tiga pertemuan bilateral, masing-masing dengan Sekretaris Jenderal PBB, Executive Chairman World Economic Forum (WEF), dan Presiden Dewan Eropa.

ADVERTISEMENT

Berikutnya, Kepala Negara menghadiri KTT ASEAN-AS ke-10, kemudian dilanjutkan dengan KTT Peringatan Asean-Kanada. Pada malam harinya, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana akan menuju Chroy Changvar International Convention and Exhibition Centre (CCIC) untuk menghadiri jamuan makan malam oleh Perdana Menteri Kamboja.

Pada Jumat (11/11/2022) kemarin, Presiden Jokowi telah menghadiri  KTT ASEAN ke-40 dan ke-41, yang digelar dalam bentuk dua format, yaitu sesi pleno dan sesi retreat.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya mengatakan bahwa pada sesi pleno, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya kesatuan dan sentralitas Asean dalam menghadapi tantangan eksternal maupun internal.

“Secara eksternal, Asean harus mampu menavigasi rivalitas kekuatan besar yang makin menajam. Sementara secara internal, Asean harus tetap relevan, menjaga kepatuhan terhadap Piagam Asean, dan mengatasi krisis di Myanmar. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kesatuan dan sentralitas Asean adalah kunci. Kesatuan dan sentralitas ini harus dimaknai secara konkret dan bukan semata-mata menjadi mantra kosong," ujar Menlu.

KTT Asean ke-40 dan ke-41 menghasilkan 19 dokumen yang diadopsi, antara lain Asean Leaders' Statement on the Aplication of Timor Leste to Asean. Menurut Menlu Retno, para pemimpin Asean di dalam dokumen tersebut memutuskan menyetujui secara prinsip diterimanya Timor Leste sebagai anggota ke-11 Asean, memberikan status observer, dan memperbolehkan Timor Leste berpartisipasi pada pertemuan Asean termasuk sesi pleno KTT.

“ACC atau Asean Coordinating Council ditugaskan untuk menyusun road map yang akan dilaporkan pada KTT ke-42 untuk diadopsi. Semua negara Asean dan mitra dialog diminta mendukung penuh Timor Leste untuk mencapai milestone tersebut melalui pemberian bantuan pengembangan kapasitas dan dukungan lainnya,"  ujar Menlu.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 5 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 34 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia