Kamis, 14 Mei 2026

Japan Airlines Perkirakan Kerugian US$ 105 Juta Akibat Tabrakan Pesawat

Penulis : Grace El Dora
4 Jan 2024 | 07:34 WIB
BAGIKAN
Polisi dan Pemadam Kebakaran berkumpul di sekitar pesawat penjaga pantai Jepang yang terbakar di Bandara Haneda pada 3 Januari 2024 di Tokyo, Jepang. Pejabat transportasi dan polisi masing-masing memulai penyelidikan di lokasi di Bandara Haneda Tokyo setelah sebuah pesawat penumpang besar dan pesawat penjaga pantai Jepang bertabrakan di landasan pacu dan terbakar, menewaskan beberapa orang di dalam pesawat penjaga pantai. (Foto: Kyodo News via AP)
Polisi dan Pemadam Kebakaran berkumpul di sekitar pesawat penjaga pantai Jepang yang terbakar di Bandara Haneda pada 3 Januari 2024 di Tokyo, Jepang. Pejabat transportasi dan polisi masing-masing memulai penyelidikan di lokasi di Bandara Haneda Tokyo setelah sebuah pesawat penumpang besar dan pesawat penjaga pantai Jepang bertabrakan di landasan pacu dan terbakar, menewaskan beberapa orang di dalam pesawat penjaga pantai. (Foto: Kyodo News via AP)

TOKYO, investor.id – Japan Airlines (JAL) memperkirakan tabrakan penerbangan JL516 dengan pesawat Penjaga Pantai Jepang pada Selasa (2/1) akan mengakibatkan kerugian operasional sekitar 15 miliar yen (US$ 104,81 juta).

Hilangnya pesawat tersebut akan ditanggung oleh asuransi, kata perusahaan itu pada Kamis (4/1). Perwakilan perusahaan menambahkan pihaknya sedang menilai dampak kecelakaan ini terhadap perkiraan pendapatannya untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret.

Sumber-sumber industri asuransi mengatakan perusahaan asuransi Amerika Serikat (AS) bernama AIG adalah perusahaan asuransi utama yang memberikan polis "all-risk" senilai US$ 130 juta. Asuransi akan diberikan untuk pesawat berbadan lebar JAL Airbus A350 berusia dua tahun yang hancur akibat kebakaran setelah tabrakan di Bandara Haneda, Tokyo.

ADVERTISEMENT

Menurut Aviation Safety Network, ini merupakan kehilangan lambung kapal (hull loss) pertama secara global pada model A350. Jenis ini sebagian besar terbuat dari komposit karbon dan mulai digunakan secara komersial pada 2015.

Saham JAL naik 0,5%, menunjukkan reaksi yang tenang terhadap kejadian karena perdagangan kembali dilanjutkan setelah liburan Tahun Baru. Awalnya saham perusahaan turun 2,4% sebelum pulih dari penurunan tersebut.

Seluruh penumpang pesawat JAL yang berjumlah 379 orang berhasil mengevakuasi pesawat yang terbakar pasca tabrakan. Lima dari enam awak pesawat Penjaga Pantai tewas dalam kecelakaan itu.

Pihak berwenang Jepang pada Rabu (3/1) mengatakan jet penumpang telah diberikan izin untuk mendarat, namun pesawat yang lebih kecil belum diizinkan untuk lepas landas, berdasarkan transkrip menara kontrol, mengutip laporan Reuters.

Pihak berwenang baru saja memulai penyelidikan dan masih ada ketidakpastian mengenai keadaan di sekitar kecelakaan tersebut, termasuk bagaimana kedua pesawat tersebut berakhir di landasan yang sama.

Para ahli menekankan, biasanya kegagalan beberapa pagar pengaman menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat

Secara terpisah, hampir 200 penumpang terdampar semalaman di bandara New Chitose dekat kota Sapporo di Jepang utara, tempat penerbangan JL516 berangkat. Penerbangan datang terlambat karena penundaan, kata juru bicara operator bandara Hokkaido Airports pada Kamis.

(US$ 1 = 143,11 yen)

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia