Nama Teluk Meksiko Menjadi Teluk Amerika di Google Maps Merespons Kebijakan Trump
WASHINGTON, investor.id – Google mengatakan pihaknya akan mengubah nama Teluk Meksiko atau Gulf of Mexico menjadi "Teluk Amerika" (Gulf of America) di Google Maps. Perubahan ini dilakukan untuk merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memperbarui "sumber resmi pemerintahnya".
Perusahaan tersebut juga mengatakan akan mulai menggunakan nama "Gunung McKinley" untuk gunung di Alaska yang saat ini disebut Denali.
Minggu lalu, Trump menandatangani tindakan eksekutif yang mencakup perintah untuk melakukan perubahan nama pada peta resmi dan komunikasi federal.
"Kami telah menerima beberapa pertanyaan tentang penamaan dalam Google Maps. Kami memiliki praktik lama untuk menerapkan perubahan nama ketika nama tersebut telah diperbarui dalam sumber resmi pemerintah," jelas perusahaan tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X seperti dikutip CNBC internasional pada Selasa (28/1/2025).
Google menambahkan, nama Teluk Meksiko akan tetap ditampilkan untuk pengguna di Meksiko. Namun pengguna di negara lain akan melihat kedua nama tersebut, kata perusahaan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Trump mengatakan dirinya akan mengembalikan nama mantan presiden AS William McKinley ke gunung tersebut. Menurutnya, McKinley membuat negara itu "sangat kaya" melalui tarif dan sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga:
Trump: Buat di Amerika atau Bayar TarifGunung itu diberi nama Gunung McKinley hingga 2015, ketika pemerintahan presiden ke-44 AS Barack Obama mengubahnya menjadi Denali sebagai simbol bagi penduduk asli Alaska.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






