Israel dan Iran Saling Gempur, Konflik Kawasan Kian Mencekam
TEL AVIV/DUBAI/WASHINGTON, investor.id – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan udara dan rudal pada Sabtu (14/6/2025) dini hari waktu setempat. Serangan ini merupakan aksi balasan Iran terhadap gempuran besar-besaran Israel sehari sebelumnya yang menargetkan pangkalan militer, ilmuwan nuklir, hingga fasilitas pengayaan uranium di Iran.
Sirene serangan udara meraung di Tel Aviv dan Yerusalem, memaksa warga berlarian ke tempat perlindungan. Militer Israel mengonfirmasi sistem pertahanan udara aktif setelah puluhan rudal Iran ditembakkan ke wilayahnya, sebagian berhasil dicegat.
"Dalam satu jam terakhir, puluhan rudal telah diluncurkan ke negara Israel dari Iran, beberapa di antaranya berhasil dicegat," kata militer Israel.
Militer juga menyatakan tim penyelamat sedang bekerja di sejumlah lokasi di seluruh negeri di mana proyektil jatuh dilaporkan, namun tidak memberikan informasi soal korban.
Di Iran, beberapa ledakan terdengar di ibu kota Teheran, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim. Kantor berita Fars melaporkan dua proyektil menghantam Bandara Mehrabad di Teheran, dan media Iran menyebutkan api terlihat di lokasi tersebut. Bandara itu, yang dekat dengan lokasi-lokasi penting kepemimpinan Iran, menjadi markas angkatan udara yang menampung jet tempur dan pesawat angkut.
Media Israel melaporkan bahwa sebuah rudal diduga jatuh di Tel Aviv, dan seorang saksi Reuters mendengar ledakan keras di Yerusalem. Tidak jelas apakah aktivitas tersebut disebabkan oleh serangan Iran atau sistem pertahanan Israel.
Fars menyebutkan Teheran meluncurkan beberapa gelombang serangan udara pada Sabtu setelah dua serangan awal pada Jumat malam. Salah satu gelombang itu menargetkan Tel Aviv sebelum fajar, dan suara ledakan terdengar di ibu kota dan Yerusalem, menurut saksi mata.
Serangan itu merupakan balasan atas gempuran Israel pada Jumat pagi terhadap komandan militer, ilmuwan nuklir, target militer, dan situs nuklir Iran. Iran membantah bahwa aktivitas pengayaan uraniumnya bertujuan membuat senjata rahasia.
Di pusat kota Tel Aviv, sebuah gedung bertingkat tinggi dihantam, merusak sepertiga bagian bawah bangunan di kawasan padat penduduk. Sebuah blok apartemen di Ramat Gan juga hancur.
Layanan ambulans Israel menyatakan 34 orang terluka pada Jumat malam di wilayah Tel Aviv, sebagian besar luka ringan. Polisi kemudian mengonfirmasi satu orang tewas.
Dua pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan militer AS membantu menembak jatuh rudal Iran yang mengarah ke Israel pada Jumat. Militer Israel menyebut Iran menembakkan kurang dari 100 rudal, dan sebagian besar berhasil dicegat atau jatuh sebelum mencapai sasaran. Beberapa bangunan di dalam dan sekitar Tel Aviv dilaporkan terkena dampak.
Konflik Regional
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






