Kamis, 14 Mei 2026

Israel dan Iran Saling Gempur, Konflik Kawasan Kian Mencekam

Penulis : Indah Handayani
14 Jun 2025 | 13:11 WIB
BAGIKAN
situasi Konflik Israel- Iran. Sumber: AP
situasi Konflik Israel- Iran. Sumber: AP

Serangan Israel terhadap Iran sepanjang hari dan serangan balasan dari Iran memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, meskipun sekutu Iran seperti Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon telah dilemahkan oleh Israel.

Kantor berita negara Iran, IRNA, menyatakan Teheran meluncurkan ratusan rudal balistik ke Israel setelah Israel menggempur situs nuklir bawah tanah besar Natanz dan membunuh komandan militer senior. Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Pejabat Israel menyatakan mungkin perlu waktu untuk mengetahui sejauh mana kerusakan di Natanz. Negara-negara Barat telah lama menuduh Iran memperkaya uranium di sana hingga ke tingkat yang cocok untuk bom, bukan penggunaan sipil.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Jumat bahwa fasilitas pengayaan percobaan di atas tanah di Natanz telah dihancurkan. Ia menambahkan bahwa PBB masih mengumpulkan informasi tentang serangan Israel terhadap dua fasilitas lain, yaitu pabrik pengayaan bahan bakar Fordow dan lokasi di Isfahan.

ADVERTISEMENT

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh Israel memulai perang. Seorang pejabat senior Iran menyatakan tidak ada tempat yang aman di Israel dan balas dendam akan menyakitkan.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan, 78 orang, termasuk pejabat militer senior, tewas dalam serangan Israel ke Iran, dan lebih dari 320 orang lainnya terluka, sebagian besar adalah warga sipil. Ia menuduh AS ikut terlibat dalam serangan itu dan menyatakan AS memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensinya.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan, intelijen telah mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari Iran akan memiliki cukup bahan fisil untuk membuat beberapa bom. Ia menyebut operasi Israel sebagai ‘tindakan penyelamatan nasional’.

Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil. Namun, pekan ini IAEA menyimpulkan bahwa Iran telah melanggar kewajibannya di bawah perjanjian non-proliferasi global.

Presiden AS Donald Trump mengatakan masih belum terlambat bagi Teheran untuk menghentikan kampanye pengeboman Israel dengan membuat kesepakatan terkait program nuklirnya.

Teheran sebelumnya terlibat dalam pembicaraan dengan pemerintahan Trump untuk menyusun kesepakatan nuklir baru, menggantikan perjanjian sebelumnya yang ditinggalkan Trump pada 2018. Namun, Iran menolak tawaran terakhir dari AS.

Pembicaraan itu dijadwalkan akan dilanjutkan di Oman pada Minggu (15/6/2025), tetapi Iran memberi sinyal mungkin tidak akan hadir.

“Pihak lain (AS) bertindak dengan cara yang membuat dialog menjadi tidak berarti. Anda tidak bisa mengaku ingin bernegosiasi sambil membiarkan rezim Zionis (Israel) menyerang wilayah Iran,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Jumat.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia