Kamis, 14 Mei 2026

Miliarder Ong Beng Seng Mengaku Bersalah dalam Skandal Gratifikasi

Penulis : Grace El Dora
4 Aug 2025 | 10:26 WIB
BAGIKAN
Miliarder Ong Beng Seng (tengah) tiba di pengadilan di Singapura pada Oktober 2024.
Miliarder Ong Beng Seng (tengah) tiba di pengadilan di Singapura pada Oktober 2024.

JAKARTA, investor.id – Miliarder Ong Beng Seng mengaku bersalah dalam skandal gratifikasi. Taipan terkenal karena membawa balapan malam Formula Satu ke Singapura itu mengaku terlibat dalam pemberian hadiah mewah kepada salah satu politisi paling senior di negara kota tersebut.

Pada Senin (4/8/2025) Ong Beng Seng yang berusia 79 tahun akan mengajukan pembelaannya setelah menghadapi dua dakwaan terkait penawaran kepada S. Iswaran pada 2022, lapor Bloomberg.

Pemberian ini berupa perjalanan dengan jet pribadinya ke Doha, menginap di Four Seasons di sana, tiket pulang pergi kelas bisnis senilai S$ 5.700 (sekitar Rp 72,5 juta), kemudian membantu politisi tersebut untuk menghalangi proses hukum. Mantan menteri perhubungan tersebut saat itu menjabat sebagai ketua komite pengarah untuk balapan malam F1.

ADVERTISEMENT

Ong dapat dijatuhi hukuman oleh pengadilan Singapura paling cepat pada hari Senin atau di kemudian hari. Ia terancam hukuman penjara hingga beberapa tahun, termasuk kemungkinan denda, jika mengaku bersalah atas kedua dakwaan tersebut.

Skandal korupsi terburuk di Singapura dalam beberapa dekade telah mencengkeram negara kota tersebut, yang berupaya membangun reputasi global dengan toleransi nol terhadap korupsi.

Hukuman bagi taipan kelahiran Malaysia ini juga akan memengaruhi kendalinya atas kerajaan bisnisnya. Asetnya membentang, dari pusat keuangan Asia Tenggara itu hingga ke sebuah proyek mewah di pusat London dan resor-resor di Maladewa.

Ong memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 1,5 miliar (Rp 24,5 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.

Pada 2024 Iswaran dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena menerima hadiah dari Ong, yang juga mencakup barang-barang seperti sepeda Brompton dan tiket balap.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia