Kamis, 14 Mei 2026

Andari Gusman, Milenial Indonesia yang Jabat Program Manager Google Asia Pasifik

Penulis : Investor Daily
18 Apr 2021 | 12:47 WIB
BAGIKAN
Andari Gusman. Sumber: sg.linkedin .com
Andari Gusman. Sumber: sg.linkedin .com

JAKARTA, investor.id – Indonesia tak kurang menelorkan tokoh muda yang mampu berkiprah di kancah global. Salah satunya adalah Andari Gusman. Perempuan milenial Indonesia ini menjabat sebagai Program Manager Google Asia Pasifik berkedudukan di Singapura yang membawahi 14 negara.

Perempuan asal Minangkabau ini mulai bergabung dengan Googel pada 2019.

"Saya pilih Google APAC di Singapura karena penting untuk saya dekat sama keluarga. Cuma sekitar satu jam dari Jakarta," jelas Andari di acara virtual Milenial Fest: Millenial Hub 2021, yang digelar Milenial Fest dan PPI Belgia, Sabtu (17/4/2021).

Andari Gusman, Milenial Indonesia yang Jabat Program Manager Google Asia Pasifik
MilenialHub 2021 bertema Time to go global! digelar MilenialFest dan Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia, 17 April 2021.

Andari Gusman merupakan putri sulung Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2009-2016, Irman Gusman dan Liestyana Rizal.

ADVERTISEMENT

Irviandari Alestya Gusman demikian nama lengkap Andari sudah menorehkan prestasi sejak kuliah di Tuft University Massachusetts, Amerika Serikat. Ia lulus dalam usia masih belia 19 tahun, dengan predikat cumlaude dan IPK 3,63.

Sebelum bergabung dengan Google, selepas kuliah Andari langsung bekerja di perusahaan jasa konsultan global di bidang keuangan dan hukum.Deloitte Consulting selama lima tahun satu bulan.

Soal capaian besar menyisihkan jutaan saingannya dari seluruh dunia untuk menduduki posisi bergengsi di Google tersebut, Andari mengaku harus belajar dan bekerja lebih keras dari orang lain.

"Saya sepenuhnya sadar enggak ada jalan pintas. Apa pun hasilnya adalah yang terbaik dari Allah SWT," ungkap perempuan kelahiran 1993 itu.

Andari Gusman, Milenial Indonesia yang Jabat Program Manager Google Asia Pasifik
Andari Gusman di acara virtual Milenial Fest: Millenial Hub 2021, yang digelar Milenial Fest dan PPI Belgia, Sabtu (17/4/2021). Sumber: Youtube

Andari mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasakan apa yang dinamakan impostorism, yakmi suatu keadaan orang yang berkompeten meragukan kemampuannya sendiri. Bahwa semua apa yang diraihnya saat ini merupakan sebuah kebetulan belaka.  

“Kadang-kadang saya mengalaminya. Mungkin karena budaya di kita diajarkan untuk tidak menonjol-nojolkan diri alias rendah hati,” paparnya.

Menurut dia hal itu merupakan nilai tambah bagi orang Indonesia untuk membentuk individu yang selalu eling dan waspada. Namun ada garis tipis kondisi ini menjadi suatu hambatan sesorang untuk mendapatkan kesuksesan yang diinginkan.

“Karena belum mencoba sudah giveup dulu, misalnya. Oleh karena itu kita harus terus berpijak pada budaya kita tapi harus tetap terus mengembangkan profesionalisme,” katanya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 39 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 2 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia