Uji Nyali di Penjara Setan PRJ
Berani uji nyali di penjara berhantu? Penjara memang salah satu tempat menyeramkan selain rumah sakit. Petugas dan penghuni penjara kerap mendengar suara aneh dan penampakan menyeramkan. Di dunia, salah satu penjara terseram adalah penjara Alcatraz di Amerika Serikat.
Tengah malam, suara gelas berdentingan, penampakan menyeramkan sering muncul di cetakan foto berlatar penjara ini. Tak jarang petugas merasa dielus seseorang padahal tak seorang pun di ruangan itu selain si petugas.
Tak perlu ke Alcatraz atau penjara sungguhan untuk menguji nyali. Kalau berani, datanglah ke Penjara Setan di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ). Jangan masuk sendirian. Anda bisa kejang-kejang dikejutkan berbagai macam hantu, mulai kuntilanak hingga pocong.
Masuk ke Penjara Setan, pengunjung diminta memakai kacamata 3 dimesi (3D). Sejumlah ruangan memang menghadirkan efek 3D Chromadept sehingga terasa sensasinya. Ketika melewati jembatan, jembatan seperti terasa bergoyang-goyang. Suasana makin seram, karena efek asap, cahaya, dan suara-suara yang menakutkan.
“Huaaaa...!” pengunjung berteriak kaget. Seorang kuntilanak bangun dari diamnya. Berbaju putih kusam, wajahnya seram dengan rambut berantakan. Perlahan, kuntilanak menghampiri pengunjung. Makin lama makin dekat. Kontan, pengunjung yang takut lari tunggang langgang.
Masuk ke ruang penjara lain. Sosok pocong meloncat mendekat tanpa permisi. “Huaaa...!” teriak pengunjung yang langsung merapatkan diri. Lucunya, tak ada yang mau berada di posiis paling depan atau paling belakang. Semua ingin berada di tengah. Sialnya, pocong berani mendekati pengunjung hingga ‘kejang-kejang’ karena jantung berdegup kencang. Tapi tenang saja, semua hantu di sini tak ada yang berani mencolek pengunjung.
“Pengunjung juga tak boleh mencolek hantu. Kalau mencolek hantu, bisa kena denda Rp500 ribu,” ujar Denny Darko, mentalist sekaligus inisiator wahana Penjara Setan.
Penjara Setan berlokasi di Gedung Pusat Niaga lantai 2, wahana seluas 700 m2 ini mengajakpengunjungnya untuk lebih dekat dengan para ‘penghuni’ dari 12 ruangan yang masing- masing menampilkan nuansa dan kejutan berbeda.
Semenjak hadir sejak 10 Juni, Penjara Setan telah dikunjungi lebih dari 13.500 pengunjung. Penjara Setan buka mulai pukul 15.30 – 23.00 WIB (hari biasa) atau 10.00 – 23.00 WIB (akhir pekan. Tiket Penjara Setan seharga Rp. 30.000/orang (hari biasa) atau Rp. 35.000/orang (akhir pekan).
“Melalui Penjara Setan, kami ingin menghadirkan paradigma baru mengenai rumah hantu. Di zaman sekarang ini, selain efek dihantui, masyarakat juga bisa merasakan manfaat lain dari rumah hantu, diantaranya seperti meningkatkan adrenalin, rasa gembira, serta kualitas hubungan,” tambah Josept Koko Hardjanto selaku ManagerLive Action!, perusahaan yang telah berpengalaman dalam menghadirkan inovasi di dunia hiburan Tanah Air. (nan)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler

