Kamis, 14 Mei 2026

Klinik Apung Kimia Farma Sambangi Pulau Panggang dan Pramuka

Penulis : Harso Kurniawan
23 Jun 2021 | 19:54 WIB
BAGIKAN
Layanan kesehatan Klinik Apung Kimia Farma di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. (ist)
Layanan kesehatan Klinik Apung Kimia Farma di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. (ist)

JAKARTA, Investor.id - PT Kimia Farma Tbk bertekad turut andil menyehatkan masyarakat melalui kegiatan Klinik Apung bersama BWA yang melayani delapan pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu, Jakarta. Perjalanan keempat Klinik Apung Kimia Farma x BWA dilakukan pada 16-19 Juni 2021 di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. 

Kimia Farma menjalankan kegiatan ini dalam rangka mengimplementasikan komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan di setiap pulau tersebut terdiri atas penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi ibu hamil menyusui, dilanjutkan dengan layanan pengobatan gratis.

Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma Dharma Syahputra menegaskan, pihaknya telah menjalin kerja sama secara berkesinambungan dengan BWA dalam program Klinik Apung. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang, terutama di musim pandemi seperti saat ini,” kata dia, Rabu (23/6/2021).

Masyarakat Pulau Panggang dan Pulau Pramuka menyambut kegiatan ini dengan antusias. Acara ini dibuka oleh Kasie Kesmas Pulau Panggang Sofia. “Masyarakat pulau harus manfaatkan kesempatan ini untuk berobat atau sekadar mendapatkan pengetahun mengenai kesehatan, agar lebih sehat dalam keadaan dan situasi pandemi saat ini,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Masyarakat beramai-ramai menghadiri acara penyuluhan dan layanan pengobatan gratis ini. Sejumlah 181 pasien di Pulau Panggang dan 138 pasien di Pulau Pramuka mendapatkan pelayanan pengobatan. “Alhamdulillah masyarakat menyambut dengan antusias Klinik Apung, terlihat dari ramainya pasien yang hadir,” ujar Ketua Pelaksanaan Klini Apung Mufrodi.

Dia menuturkan, masyarakat mendapatkan pengobatan umum, termasuk penanganan nyeri. Ini penting, karena masyarakat setempat kebanyakan nelayan dan kerap mengalami nyeri sendi. Dengan penyuluhan ini, mereka dapat merasakan pengobatan dan mendapatkan langsung manfaatnya.

Dalam situasi pandemi, dia menerangkan, aktifitas Klinik Apung Kimia Farma x BWA diselenggarakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan 5M. Semua pengunjung Kepulauan Seribu harus sudah melakukan tes swab antigen dan hasilnya negatif. Jika tidak, pihak Pemprov DKI Jakarta tidak akan memperbolehkan masuk ke Kepulauan Seribu.

Selain itu, dia menerangkan, dalam setiap aktivitas, protokol kesehatan harus dipatuhi. Panitia selalu mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan, baik dengan sabun atau handsanitizer, membagikan masker kepada pengunjung yang tidak menggunakan masker, mengingatkan ke masyarakat untuk menjaga jarak, dan tidak membuat kerumunan.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia