Kamis, 14 Mei 2026

Komunikasi, Proses Sosial yang Berkaitan Erat dengan Aktivitas Manusia

Penulis : F Rio Winto
31 Mar 2022 | 20:01 WIB
BAGIKAN
Komunikasi adalah jenis proses sosial yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia serta sarat akan pesan maupun perilaku.
Komunikasi adalah jenis proses sosial yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia serta sarat akan pesan maupun perilaku.

JAKARTA, investor.id – Komunikasi adalah jenis proses sosial yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia serta sarat akan pesan maupun perilaku.

“Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain,” kata Rico L Simarmata, CEO SPE Solution dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Kamis 31 Maret 2022.

Komunikasi, kata Rico, dapat berbentuk verbal dan nonverbal. Verbal merupakan komunikasi yang dilakukan dengan bahasa lisan berupa kata-kata, sedangkan komunikasi nonverbal merupakan komunikasi menggunakan gerak-gerik tubuh atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.

Komunikasi, menurut Rico, juga merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis, baik bagi UMKM hingga perusahaan besar. Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan untuk menjaga relasi dengan pelanggan dan prospek, serta meningkatkan omset penjualan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Zendesk, 87% pelanggan merasa komunikasi yang baik dari bisnis memengaruhi keputusan mereka untuk membeli. Bahkan, menurut American Express, 17% pelanggan rela mengeluarkan biaya lebih apabila merasakan dampak positif komunikasi bisnis yang baik.

Namun, beberapa produsen tidak berkomunikasi dengan baik atau sistem komunikasi mereka tidak efektif. Misalnya seperti berkomunikasi secara tidak profesional, berbelit-belit dan, tidak tersedia di berbagai kanal komunikasi yang banyak digunakan pelanggan.

Akibatnya, pelanggan kesulitan untuk terhubung dengan pihak produsen. Mereka bisa berhenti membeli hingga berpindah ke kompetitor karena susah menjangkau pihak customer service atau produsen dan terkadang tidak tahu informasi terbaru lantaran minimnya komunikasi yang dijalin.

Untuk itu, produsen harus memaksimalkan timnya dalam berkomunikasi dengan pelanggan dan menggunakan platform yang menunjang komunikasi bisnis yang lebih personal serta banyak digunakan pelanggan, seperti WhatsApp.

“WhatsApp kini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan komunikasi bisnis. Misalnya, seperti untuk mengirimkan OTP, promosi marketing, dan reminder serta billing, membuat FAQ dan pusat informasi dengan chatbot, melakukan transaksi komersial dengan akun yang terverifikasi (centang hijau), dan berbagai kebutuhan lainnya,” kata dia.

Namun, untuk menggunakan berbagai fitur tersebut, bisnis harus menggunakan solusi WhatsApp Business Platform. WhatsApp Business Platform melalui WhatsApp Business Solution Provider, perusahaan yang resmi dan secara langsung bekerja sama dengan WhatsApp. Salah satunya adalah Wappin, salah satu produk SPE Solution.

"Komunikasi bisnis antara pengusaha dan pelanggan menjadi semakin krusial, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, Wappin menyediakan one-stop solution untuk membantu pebisnis menjaga komunikasi dengan pelanggannya, khususnya melalui WhatsApp, untuk kebutuhan marketing, sales, dan customer service. Tujuannya agar produsen dapat menaikkan omset penjualan dengan memastikan komunikasi kepada pelanggannya tetap baik," kata Rico.

"Wappin mempermudah dalam merespon chat yang masuk ke layanan pelanggan dengan cepat. Kami juga bisa melakukan broadcast yang lebih personal lewat WhatsApp dan tidak lagi repot mengelola terlalu banyak nomor untuk berkomunikasi dengan pelanggan," tambah Feby P, Customer Relationship Management Speedwork Autocare.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia