Kamis, 14 Mei 2026

2040, Rumah NASA di Bulan Bisa Disewa Seperti Airbnb

Penulis : Grace El Dora
6 Okt 2023 | 09:42 WIB
BAGIKAN
Foto permukaan bulan. (Sumber: ICON)
Foto permukaan bulan. (Sumber: ICON)

WASHINGTON, investor.id – Pada 2040 manusia mungkin memiliki kesempatan untuk menghabiskan minggu liburan di bulan, jika NASA berhasil melaksanakan proyek ambisiusnya. Badan antariksa yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini berniat membangun rumah di bulan yang bisa disewa seperti Airbnb.

Baru-baru ini, NASA memberikan kontrak senilai hampir US$ 60 juta kepada sebuah perusahaan teknologi konstruksi bernama ICON yang akan membantunya membangun rumah layak huni di satu-satunya satelit alami Bumi tersebut. Tidak hanya untuk astronot, tetapi juga bisa dihuni warga sipil.

Saat ini, rencana untuk struktur tersebut sedang dalam tahap awal. Namun laporan mengungkapkan struktur tersebut akan dibangun melalui pencetakan tiga dimensi (3D), dengan printer raksasa yang diluncurkan ke bulan. Bangan pencetak itu menggunakan beton bulan yang terbuat dari batu, mineral, dan debu bulan untuk membuat lapisan yang pada akhirnya akan membentuk rumah.

ADVERTISEMENT

NASA telah berkonsultasi dengan universitas dan perusahaan swasta lainnya untuk menyediakan perlengkapan seperti pintu, jendela, ubin, furnitur, dan komponen serupa lainnya untuk rumah.

Cetak birunya sudah ada.

2040, Rumah NASA di Bulan Bisa Disewa Seperti Airbnb
Foto bumi dilihat dari permukaan bulan. (Sumber: ICON)

ICON telah membangun gedung menggunakan pencetakan 3D melalui sistem Vulcan, yang menggunakan filamen yang terbuat dari semen, pasir, dan air untuk membuat komponen struktural secara terpisah. Komponen-komponen ini, seperti dinding dan atap, kemudian disatukan.

Sejauh ini, sistem tersebut telah mampu menghasilkan struktur hanya dalam waktu 48 jam seperti yang dicontohkan melalui lebih dari 100 rumah yang telah dibangun di Austin, Texas dengan menggunakan metode ini.

Namun untuk rumah di bulan, segalanya tidak akan sesederhana membangun struktur di Bumi, karena ICON telah menyatakan pentingnya memberikan perlindungan terhadap hal-hal seperti radiasi dan mikrometeorit.

Ada juga seluruh proses yang harus dilakukan NASA untuk merancang cara yang sangat mudah untuk membawa printer 3D ke bulan.

Misalnya, badan tersebut perlu menyiapkan landasan pendaratan untuk roket yang membawa peralatan tersebut. Landasan harus diposisikan jauh dari habitatnya karena banyaknya debu dan puing-puing yang terlempar selama pendaratan dan lepas landas.

Printer itu sendiri juga harus mampu tahan terhadap kondisi vakum bulan dan tingkat radiasi di angkasa.

“Untuk mengubah paradigma eksplorasi ruang angkasa dari ‘di sana dan kembali lagi’ menjadi ‘di sana untuk tetap’, kita memerlukan sistem yang kuat, tangguh, dan berkemampuan luas yang dapat menggunakan sumber daya lokal di bulan dan benda-benda planet lainnya,” kata Jason Ballard, salah satu pendiri dan CEO ICON seperti dikutip pada laman Mashable pada Jumat (6/10).

2040, Rumah NASA di Bulan Bisa Disewa Seperti Airbnb
Foto permukaan bulan. (Sumber: ICON)

Mata tertuju pada Mars dan lebih banyak manusia di luar angkasa.

Memang benar, proyek ini hanyalah sebuah langkah dalam gambaran yang lebih besar tentang perumahan bagi manusia di Mars di masa depan. Tujuan akhirnya adalah mendirikan basis operasi bagi para astronot dan penjelajah ruang angkasa lainnya yang mungkin ingin tinggal suatu hari nanti dalam jangka waktu yang lama di planet ini.

Raymond Clinton (71), wakil direktur kantor sains dan teknologi di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA, sempat berbicara kepada New York Times. Ia mengatakan tidak melihat warga sipil Amerika pada umumnya (dan berdasarkan asumsi asosiasi, warga sipil lainnya) yang tinggal di bulan semasa hidupnya. Namun ia yakin hal itu bisa terjadi pada generasi setelahnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia