Kamis, 14 Mei 2026

BI Prediksi Penurunan Inflasi Indonesia Bisa Lebih Cepat, Kok Bisa?

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Apr 2023 | 17:29 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023 yang dipantau secara virtual pada Minggu (05/3/2023). (Investor Daily/ Arnoldus Kristianus)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023 yang dipantau secara virtual pada Minggu (05/3/2023). (Investor Daily/ Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi tahun 2023 akan berada di bawah 4% atau bisa turun lebih cepat dari perkiraan. Angka tersebut dicapai dengan penguatan koordinasi BI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar.

Pada Maret 2023, inflasi berada di angka 4,97%. “Kami memprediksi inflasi bisa turun lebih cepat memang belum di angka 4% tetapi mulai sekarng mendekati 4%, nanti juga akan turun yang kemungkinan mulai Agustus mulai di bawah 4%,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bulan April 2023 di Gedung Thamrin BI pada Selasa (18/4/2023).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bahwa inflasi bulan ke bulan pada Maret 2023 mencapai 0,18%. Sementara itu inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 4,97%, tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret 2023 sebesar 0,68%, dan inflasi inti 2,94%.

ADVERTISEMENT

Perry mengungkapkan, ada empat faktor yang memicu penurunan inflasi bisa lebih cepat, dibandingkan perkiraan BI sebelumnya. Pertama, respons BI yang menjalankan kebijakan suku bunga secara secara front loaded dan preemptive. Langkah ini dilakukan untuk menurunkan inflasi khususnya dalam menjaga ekspektasi inflasi.

“Ingat kita sudah menaikan suku bunga BI Rate sejak agustus 2022. Itu dilakukan secara front loaded preemptive menurunkan ekspektasi inflasi. Kebijakan BI yang preemptive, forward looking dan secara jelas mengkomunikasikan ke masyarakat,” tutur Perry.

Kedua, terkendalinya imported inflation, Perry mengatakan, BI menstabilkan nilai tukar rupiah itu adalah menjadi bagian dari pengendalian inflasi. Khususnya inflasi yang bersumber dari luar negeri(imported inflation). Ketiga, kesuksesan dari koordinasi BI, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjalankan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Dari sejak awal Agustus tahun lalu, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BI ini betul-betul bersinergi kita melakukan operasi pasar kemudian juga bagaimana pasokan dari satu daerah ke daerah lain dipermudah,” ucap Perry.

Keempat, kebijakan fiskal dilakukan dalam bentuk pemberian subsidi BBM maupun energi. Kebijakan tersebut dijalankan untuk mengendalikan inflasi dari sisi administered price.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 56 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia