Jumat, 15 Mei 2026

Sri Mulyani: Birokrat Tak Kreatif, Manfaat APBN Minim

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Mei 2023 | 16:33 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati saat berbicara di Gedung Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, DC Amerika Serikat (AS) pada 13 April 2023. (Foto: REUTERS/Ken Cedeno)
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati saat berbicara di Gedung Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, DC Amerika Serikat (AS) pada 13 April 2023. (Foto: REUTERS/Ken Cedeno)

4 Langkah Strategis

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas belanja negara. Pertama, melakukan simplifikasi dan perbaikan refinement indikator kinerja pelaksanaan anggaran.

“Hal ini dilakukan untuk mendorong akselerasi realisasi belanja dan capaian output, namun dengan tetap menjaga value for money serta menciptakan penilaian kinerja pelaksanaan anggaran yang lebih fair,” kat Astera.

Kedua, melakukan modernisasi penyaluran bantuan sosial bansos dengan menggunakan platform digital. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data serta meminimalkan kebocoran dalam penyaluran bansos kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

ADVERTISEMENT

Ketiga, penyempurnaan online monitoring sistem perbendaharaan anggaran negara yang mengintegrasikan seluruh sistem informasi terkait penyaluran transfer ke daerah.

“Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan penyaluran transfer ke daerah melalui kantor pelayanan perbendaharaan nasional pada tahun 2023 ini, yang sekaligus diperkuat dengan peran sebagai regional chief economist dan financial advisor di daerah,” tutur dia.

Keempat, pengembangan modul capaian output dalam aplikasi Sakti yang dapat menyediakan informasi secara akurat. Dalam aplikasi tersebut terlihat proyeksi capaian output yang lebih riil sehingga meningkatkan kualitas monitoring dan evaluasi belanja K/L.

“Berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh dari para pimpinan kementerian/lembaga untuk dapat melakukan hal-hal secara lebih baik, lebih terukur, produktif, efektif, dan efisien,” kata Astera.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia