Sri Mulyani: Birokrat Tak Kreatif, Manfaat APBN Minim
4 Langkah Strategis
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas belanja negara. Pertama, melakukan simplifikasi dan perbaikan refinement indikator kinerja pelaksanaan anggaran.
“Hal ini dilakukan untuk mendorong akselerasi realisasi belanja dan capaian output, namun dengan tetap menjaga value for money serta menciptakan penilaian kinerja pelaksanaan anggaran yang lebih fair,” kat Astera.
Kedua, melakukan modernisasi penyaluran bantuan sosial bansos dengan menggunakan platform digital. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data serta meminimalkan kebocoran dalam penyaluran bansos kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketiga, penyempurnaan online monitoring sistem perbendaharaan anggaran negara yang mengintegrasikan seluruh sistem informasi terkait penyaluran transfer ke daerah.
“Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan penyaluran transfer ke daerah melalui kantor pelayanan perbendaharaan nasional pada tahun 2023 ini, yang sekaligus diperkuat dengan peran sebagai regional chief economist dan financial advisor di daerah,” tutur dia.
Keempat, pengembangan modul capaian output dalam aplikasi Sakti yang dapat menyediakan informasi secara akurat. Dalam aplikasi tersebut terlihat proyeksi capaian output yang lebih riil sehingga meningkatkan kualitas monitoring dan evaluasi belanja K/L.
“Berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh dari para pimpinan kementerian/lembaga untuk dapat melakukan hal-hal secara lebih baik, lebih terukur, produktif, efektif, dan efisien,” kata Astera.
Editor: Nasori
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





