Jumat, 15 Mei 2026

Cegah Inefisiensi Anggaran, Ekonom Sarankan Pakai Model Kuartil

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Feb 2025 | 18:16 WIB
BAGIKAN
Petugas jalur lintasan (PJL) Kereta Api menjaga palang pintu perlintasan sebidang yang tidak berfungsi di Anak Aia, Padang, Sumatera Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Petugas jalur lintasan (PJL) Kereta Api menjaga palang pintu perlintasan sebidang yang tidak berfungsi di Anak Aia, Padang, Sumatera Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Contohnya, dalam anggaran Kementerian Perhubungan, terdapat honorarium untuk tenaga non-ASN yang bertugas menjaga pintu perlintasan kereta api. Dalam beberapa kasus, efisiensi anggaran dilakukan dengan memangkas honorarium ini karena bukan belanja pegawai ASN langsung, padahal mereka adalah bagian dari layanan publik langsung dan relevan (Q1).

Jika tenaga penjaga lintasan kereta api hilang akibat pengurangan anggaran, maka layanan publik langsung akan terganggu, dan potensi kecelakaan di perlintasan pun meningkat, yang berujung pada risiko korban jiwa. Penyisiran anggaran harus dilakukan dengan hati-hati agar efisiensi tidak mengorbankan aspek keselamatan dan pelayanan yang vital bagi masyarakat.

Kategori Q2, yang mencakup biaya yang tidak langsung namun relevan dengan layanan, juga sebaiknya tetap dijaga. Anggaran dalam kategori ini seringkali berkaitan dengan operasionalisasi kebijakan, penelitian, serta peningkatan kapasitas aparatur negara yang memiliki efek jangka panjang terhadap efisiensi birokrasi.

ADVERTISEMENT

Misalnya di Kementerian Perhubungan, anggaran untuk pelatihan keselamatan transportasi bagi operator kendaraan umum, meskipun tidak secara langsung menyentuh masyarakat, tetap esensial dalam menjamin keamanan dan kelancaran layanan publik di sektor transportasi. Jika anggaran ini dipangkas, maka kemampuan operator dalam menangani situasi darurat dan mengurangi kecelakaan dapat berkurang secara signifikan.

Kategori Q3 merupakan biaya yang tidak langsung dan tidak relevan dengan layanan publik secara langsung, tetapi berfungsi sebagai enabler atau pendukung utama. Belanja dalam kategori ini mencakup pengadaan teknologi informasi, pelatihan SDM yang tidak langsung berkaitan dengan pelayanan publik, serta proyek-proyek pendukung kelembagaan.

Contohnya, layanan lift dan AC (air conditioner) untuk para karyawan ASN mungkin tidak berdampak langsung pada pelayanan publik, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas dan kenyamanan kerja pegawai.

“Bila layanan ini dihilangkan atau dikurangi secara drastis, maka efektivitas kerja birokrasi dapat terganggu. Sementara efisiensi bisa dilakukan di beberapa bagian, pemangkasan yang berlebihan di sektor ini bisa berdampak negatif terhadap efisiensi operasional di masa depan,” terang dia.

Q4 mencakup belanja yang tidak langsung dan tidak relevan dengan layanan publik, tetapi memiliki peran pendukung sampingan, seperti berbagai kegiatan seremonial, perjalanan studi banding ke luar negeri yang tidak memberikan manfaat signifikan terhadap kebijakan, serta rapat antara DPR dan mitra yang diadakan di hotel mewah daripada di gedung DPR yang lebih hemat biaya.

Sedangkan, Q5 mencakup belanja yang tidak langsung, tidak relevan, dan tidak memiliki nilai tambah signifikan, seperti anggaran untuk fasilitas non-esensial di lembaga pemerintahan, meeting di Bali atau kawasan pariwisata saat konsinyering yang tidak memiliki urgensi yang jelas.

“Pemangkasan belanja di kedua kategori ini dapat membantu meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas layanan publik,” kata Achmad.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 56 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 57 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia