Jumat, 15 Mei 2026

JP Morgan Blak-Blakan soal Demo di RI

Penulis : Akmalal Hamdhi / Muhammad Ghafur Fadillah
4 Sep 2025 | 18:43 WIB
BAGIKAN
Gedung JP Morgan. (Foto: X/ @MissTrade)
Gedung JP Morgan. (Foto: X/ @MissTrade)

JAKARTA, investor.id – JP Morgan Indonesia memandang pasar keuangan domestik tetap menarik dan solid, terlepas dari gejolak demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah. CEO & Senior Country Officer JP Morgan Indonesia, Gioshia Ralie menyebut bahwa investor asing tidak menyurutkan minat mereka karena pemerintah dinilai mampu merespons aspirasi masyarakat secara tepat.

“Investor sekarang sudah mature, paham apa yang terjadi baik di Indonesia maupun di kawasan. Protes atau demo memang ada, tetapi sejauh ini lebih teratur,” ujar Gioshia dalam Media Briefing JP Morgan Indonesia di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Menurutnya, respons cepat dari pemerintah terhadap aspirasi masyarakat, seperti wacana penghapusan tunjangan rumah DPR dan penindakan kasus anggota Brimob, akan meningkatkan sentimen pasar.

Ia menuturkan, sejumlah investor dari Amerika Serikat, Inggris, Hong Kong, dan Kanada yang berada di Indonesia pun telah melihat langsung ke lapangan. Mereka tetap optimistis kondisi ini akan segera pulih.

ADVERTISEMENT

“Kalau ada kejadian bakar-bakar tentu menciptakan sentimen negatif. Tetapi ketika aspirasi ditangkap dan direspons dengan cepat, sentimen justru akan membaik,” jelasnya.

JP Morgan Blak-Blakan soal Demo di RI
CEO & Senior Country Officer J.P. Morgan Indonesia Gioshia Ralie dan Head of Research & Strategy J.P. Morgan Indonesia Henry Wibowo dalam media briefing di Jakarta, pada Kamis (4/9/2025). (Foto: istimewa)

Gioshia juga mengatakan bahwa optimisme investor semakin kuat dengan adanya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Rancangan APBN ini dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan pendanaan program-program strategis pemerintah.

“Rancangan APBN yang baru diumumkan memperkuat optimisme pasar, dengan keseimbangan antara dorongan pertumbuhan dan disiplin fiskal,” pungkas Gioshia.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2026 akan mencapai 5,4%, lebih tinggi dari 2025 yang berada di kisaran 4,7–5,0%. Di sisi lain, defisit anggaran diperkirakan turun menjadi 2,48% dari PDB.

Optimisme ini juga didukung oleh ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas korupsi, mempercepat reformasi birokrasi, dan mencapai pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.

Volitalitas Bersifat Terbatas

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia