Jumat, 15 Mei 2026

JP Morgan Blak-Blakan soal Demo di RI

Penulis : Akmalal Hamdhi / Muhammad Ghafur Fadillah
4 Sep 2025 | 18:43 WIB
BAGIKAN
Gedung JP Morgan. (Foto: X/ @MissTrade)
Gedung JP Morgan. (Foto: X/ @MissTrade)

Dari segi pasar modal, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan fundamental ekonomi Indonesia yang solid menjadi faktor utama terjaganya stabilitas pasar di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025 lalu.

“Terkait situasi terkini, dengan fundamental ekonomi yang solid serta komitmen OJK untuk menjaga stabilitas pasar, kami melihat volatilitas yang terjadi pada akhir Agustus dan awal September bersifat terbatas dan ke depan diharapkan dapat terus membaik,” ujar Inarno.

Ia menegaskan OJK telah menyiapkan bauran kebijakan untuk mengantisipasi gejolak pasar, di antaranya mekanisme buyback saham tanpa RUPS, penundaan implementasi pembiayaan short selling, penyesuaian trading halt, serta penerapan asymmetric auto rejection.

“Berdasarkan asesmen dan evaluasi yang dilakukan oleh OJK dan SRO (self-regulatory organizations), kebijakan tersebut masih relevan untuk kondisi saat ini,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, OJK terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui beberapa regulasi, sebagai contoh pada Juni 2025 OJK telah menerbitkan POJK No. 13/2025 yang antara lain mengatur kewajiban underwriter untuk melakukan uji tuntas terhadap emiten sebelum menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK.

OJK juga tengah mengkaji sejumlah peraturan terkait penawaran umum untuk menyederhanakan proses dan menyempurnakan ketentuan sesuai perkembangan terkini. “Kami berharap penyempurnaan regulasi ini akan semakin mendorong kuantitas IPO yang berkualitas di Indonesia serta meningkatkan kepercayaan investor,” lanjutnya.

Mengenai rencana IPO menjelang akhir tahun, Inarno mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi pasti terkait potensi hadirnya emiten berstatus lighthouse IPO atau sektor yang akan mendominasi. Namun demikian, OJK mencatat terdapat 10 emiten yang tengah dalam proses penelaahan pendaftaran.

Dengan total nilai emisi diperkirakan sekitar Rp 5,3 triliun, jumlah tersebut diyakini akan terus bertambah. Mengingat rata-rata laporan keuangan periode Juni yang diaudit menyeluruh baru selesai maksimal September, maka banyak emiten menggunakan laporan tersebut sebagai dokumen pendaftaran yang berlaku enam bulan hingga Desember.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia