Kamis, 14 Mei 2026

Indofood Borong Saham IndoAgri

Penulis : C06
3 Jul 2019 | 11:04 WIB
BAGIKAN
Salah satu kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.
Salah satu kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.

JAKARTA, investor.id – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) telah membeli sebanyak 56,24 juta saham Indofood Agri Resources Ltd (IFAR) di Bursa Efek Singapura. Nilai transaksinya mencapai Sin$ 18,27 juta atau Rp 190,58 miliar.

“Pembelian saham dilakukan pada 1 Juli 2019,” ungkap Sekretaris Perusahaan Indofood Sukses Makmur Victor Suhendra dalam penjelasan resmi, Selasa (2/7).

Victor mengatakan, perusahaan sebelumnya menaikkan harga penawaran tunai bersyarat (tender of fer) IndoAgri menjadi Sin$ 0,33 dari semula Sin$ 0,28.

Penawaran ini merupakan upaya perseroan dalam membeli 25,66% saham publik pada anak usaha perseroan yang tercatat di Bursa Efek Singapura tersebut. Harga penawaran direvisi setelah disesuaikan dengan pembayaran dividen Indofood Agri atau IndoAgri tahun buku 2018.

ADVERTISEMENT

“Perseroan tidak berencana untuk melakukan perubahan lebih lanjut atas harga penawaran final tersebut,” jelas dia.

Bagi pemegang saham yang telah menerima penawaran sebelum pengumuman perubahan harga penawaran, kata Victor, tidak perlu melakukan tindakan lain atas penerimaan penawaran. Pemegang saham berhak menerima harga penawaran final tersebut pada saat dilakukan pelunasan penawaran.

Sebagai informasi, tenggat waktu penawaran telah diperpanjang menjadi 25 Juni 2019, dari semula 24 Mei 2019. Hal ini dilakukan karena hingga 23 Mei 2019, perseroan baru mengantongi penawaran sebanyak 102,82 juta saham yang mewakili 7,37% dari total saham IndoAgri.

Alhasil, syarat penawaran masih belum terpenuhi. Berdasarkan laporan tahunan IndoAgri per Maret 2019, Grup Indofood menguasai 74,34% atau 1,04 miliar saham IndoAgri dari total saham yang beredar 1,44 miliar. Aksi pembelian seluruh saham IndoAgri pada publik dilakukan karena IndoAgri berencana keluar (delisting) dari Bursa Efek Singapura.

Pertimbangan delisting adalah memberikan fleksibilitas bagi perseroan dan manajeman IndoAgri dalam melakukan inisiatif strategis atau perubahan operasional, juga untuk menyederhanakan jumlah perusahaan tercatat dalam struktur perusahaan.

Aksi penawaran tunai ini juga memberikan kesempatan bagi para pemegang saham untuk merealisasikan investasinya secara tunai dengan nilai premium. Harga penawaran mencerminkan nilai premium sekitar 21,5%, 26,3%, 29%, dan 23,1% dari nilai rata-rata tertimbang atas volume transaksi saham IndoAgri selama satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan terakhir.

IndoAgri resmi tercatat di Bursa Efek Singapura pada 2007. IndoAgri merupakan induk usaha dari PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan PT PP London Sumatera Tbk (LSIP). Di Indonesia, IndoAgri menguasai 251.112 ha kebun sawit, 16.678 ha kebun karet, dan 13.595 ha kebun tebu. Selain itu, perseroan juga memiliki aset 79.268 ha kebun tebu di Brasil.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 4 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 33 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia