Kamis, 14 Mei 2026

Plasticpay Perkenalkan Semi Reverse Vending Machine Pertama di Indonesia

Penulis : Investor Daily
3 Mar 2021 | 18:34 WIB
BAGIKAN
PT Plasticpay Teknologi Daurulang meluncurkan program pengelolaan sampah botol plastik (Green Campaign & Circular Economy) yang ditujukan untuk komunitas dan masyarakat.
PT Plasticpay Teknologi Daurulang meluncurkan program pengelolaan sampah botol plastik (Green Campaign & Circular Economy) yang ditujukan untuk komunitas dan masyarakat.

JAKARTA, investor.id  – PT Plasticpay Teknologi Daurulang yang merupakan sebuah perusahaan platform digital berbasis sosial digital yang juga merupakan entitas usaha dari PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) meluncurkan program pengelolaan sampah botol plastik (Green Campaign & Circular Economy) yang ditujukan untuk komunitas dan masyarakat.

Melalui progam ini, Plasticpay mengajak dan mengedukasi masyarakat (social movement) tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, sehingga mereka dapat memanfaatkan sampah atau limbah botol plastik yang biasanya memberikan dampak negative terhadap bumi, menjadi sesuatu yang bernilai dan membawa kebaikan.

Selain itu, langkah ini merupakan wujud dari komitmen Perseroan dalam mensosialisasikan gerakan ekonomi sirkular berkelanjutan (circular economy), serta mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah sebanyak 30% dan sampah plastik di laut hingga 70% pada tahun 2025.

Marco Dharmajaya, Direktur Plasticpay, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/3/2021) mengatakan, sebagai sebuah socio-eco-platform, Plasticpay menitikberatkan kepada program yang melibatkan masyarakat dan komunitas. Program pengelolaan sampah berkelanjutan tersebut terdiri dari empat sistem pengelolaan sampah botol plastik, yaitu menyediakan Mini Collection Point (MCP) manual yang dikelola oleh Masjid, Yayasan, dan Pesantren. Plasticpay juga menyediakan MCP di komunitas atau  residence yang ditujukan kepada untuk masyarakat mengumpulkan sampah botol plastik berbasis digital.

ADVERTISEMENT

“Program terbaru dari Plasticpay adalah adalah menghadirkan Semi Reverse Vending Machine pertama di Indonesia yang merupakan 100% karya anak bangsa. Mesin ini dapat digunakan oleh semua orang untuk membuang sampah botol plastik yang nantinya akan ditransformasikan kedalam bentuk Plasticpay poin yang bisa digunakan untuk berbelanja di minimart, atau bisa juga di donasikan.

Selain dapat digunakan berbelanja, poin-poin tersebut dapat dikonversikan menjadi e-money seperti Gopay, OVO, DANA, LinkAja, dan INACASH. Kemudian sistem yang keempat, kami juga mengajak warungwarung tradisional yang berfungsi untuk mengakomodasi masyarakat yang tidak memiliki handphone atau apapun untuk bisa mentransformasikan Plasticpay poin menjadi uang tunai,” ujar Marco.

Untuk diketahui, saat ini Plasticpay telah memiliki fasilitas pengumpulan sampah botol plastik melalui Mini Collection Point (MCP) yang sudah tersebar di 51 titik di area Kota dan Kabupaten Tangerang. Plasticpay menargetkan bisa memasang lebih dari 1.400 MCP yang akan disebar di area Jabodetabek.

Selain program pengelolaan sampah botol plastik yang ditujukan untuk komunitas dan masyarakat, Plasticpay juga meluncurkan program kolaborasi CSR untuk perusahaan. Dengan mengangkat tema “Impactful Corporate Social Responsibility", program ini ditujukan untuk membantu dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan dalam pengelelolaan program CSR mereka

Melalui progam ini, Plasticpay mengajak perusahaan-perusahaan untuk berkolaborasi dalam mendesain dan membuat aksi program CSR yang efektif serta berkelanjutan khususnya pada pengelolaan sampah botol plastik. Marco Dharmajaya, melanjutkan

”Dalam implementasinya, Plasticpay mengajak kerjasama perusahaan-perusahaan untuk mengumpulkan sampah-sampah plastic yang nantinya akan beli oleh Plasticpay dan hasil dananya tersebut digunakan untuk mendukung program-program CSR mereka. Hasil dari pengumpulan sampah botol tersebut akan kami salurkan ke perusahaan induk kami (INOV) untuk diproses untuk produk-produk daur ulang seperti tas, sajadah, karpet mobil dan lainnya. Kami berharap kolaborasi ini dapat berdampak positif pada keberlanjutan CSR perusahaan rekanan kami yang akhirnya akan dirasakan manfaat oleh masyarakat dan lingkungan.

Suhendra Setiadi, Direktur INOV menambahkan program "Green Campaign & Circular Economy” ini secara umum bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, sehingga mereka dapat memanfaatkan sampah atau limbah botol plastik menjadi sesuatu yang bernilai dan membawa kebaikan.

Selain itu, kehadiran program ini juga merupakan salah satu upaya INOV dalam menjaga pasokan bahan baku. Saat ini INOV masih melakukan impor sampah botol plastic dari negara lain. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat jumlah sampah botol plastik di Indonesia sendiri masih sangat besar Kami mengidentifikasi setidaknya ada lima masalah sampah botol plastik yang terjadi di Indonesia.

Yang pertama adalah tingkat daur ulang (recycling rate) di Indonesia masih sangat rendah yaitu dibawah 10%, yang kedua adalah adanya ironi, dimana Indonesia dijuluki sebagai negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia namun untuk proses daur ulang kita masih impor sampah botol plastik dari negara lain seperti Jepang, Australia, dan Tiongkok.

Masalah yang ketiga adalah rantai supply chain untuk masalah sampah plastik di Indonesia sangat panjang, sehingga menimbulkan dominasi oleh kelompok tertentu. Yang keempat adalah kurangnya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah botol plastic yang baik dan benar, dan yang terakhir adalah tingginya angka pekerja anak-anak (child labour) dalam proses pengumpulan sampah tersebut,” tutupnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia