IPO Terbesar ke Dua di Hong Kong, JD Logistics Bidik Dana US$ 3,2 Miliar
JAKARTA, Investor.id - JD Logistics, unit raksasa e-commerce Tiongkok JD.com, membidik dana hasil penawaran umum perdana (intial public offfering/IPO) saham senilai US$ 3,2 miliar dibursa Hong Kong.
Dilansir dari Forbes, Jumat (21/5), raihan dana IPO saham JD Logistics akan menjadi yang tersebsar kedua setelah aksi IPO dari perusahaan operator aplikasi video pendek Kuaishou Technology senilai US$ 5,4 miliar pada Februari.
“Melonjaknya e-commerce di seluruh dunia telah mendorong pertumbuhan pesat dalam industri logistik internasional, dengan pandemi Covid-19 memberikan dorongan lebih jauh untuk pertumbuhan industri e-commerce global pada tahun 2020,” jelas Executive director and Asia-Pacific chief economist at IHS Markit, Rajiv Biswas.
Biswas menambahkan, penjualan online di Tiongkok mencapai sekitar 22% dari total penjualan ritel barang-barang konsumen setelah mengalami pertumbuhan pesat selama dua tahun terakhir.
Untuk diketahui, dalam rencana aksi JD Logistics, Singapore sovereign-wealth fund Temasek, Blackstone dan SoftBank Group akan berinvestasi dalam IPO perseroan tersebut.
Adapun saham JD Logistics akan mulai diperdagangkan di bursa pada 28 Mei 2021. Sementara pihak yang bertindak sebagai joint sponsor dalam aksi IPO perseroan adalah BofA Securities Inc, Goldman Sachs Group Inc. dan Haitong International Securities Group Ltd.
Sebagai informasi, JD Logistics didirikan pada tahun 2007. Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang supply chain dan logistik untuk industri e-commerce. Perseroan juga mengoperasikan pusat penyortiran tak berawak, dan juga menggunakan drone untuk mengirimkan pembelian online, dimana mulai dioperasikan pada 25 April 2017, dengan kantor pusatnya di Beijing, Cina, dan beroperasi sebagai anak perusahaan JD.com.
Berdasarkan prospektus, JD.com merupakan pemain terbesar (berdasarkan total pendapatan) dalam industri layanan logistik rantai pasokan terintegrasi Tiongkok. JD.com telah mengamankan posisinya sebagai satu-satunya perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok dengan unit logistiknya sendiri dibandingkan dengan Alibaba yang masih bergantung pada mitra nya. (bil)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler

