Kamis, 14 Mei 2026

Meski Pandemi, RFB-AXA Tower Justru Cetak Lonjakan Margin Jadi US$ 40 Juta

Penulis : Parluhutan Situmorang
9 Sep 2021 | 12:17 WIB
BAGIKAN
Chief Business Officer RFB Isriyetti Ifwan
Chief Business Officer RFB Isriyetti Ifwan

JAKARTA, Investor.id – PT Rifan Financindo Berjangka cabang AXA Tower, Jakarta (RFB-AXA Tower), mencatat kenaikan marjin sebesar 91,99% menjadi US$ 40 juta hingga Juli 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 20,83 juta. Bahkan, raihan tersebut setara dengan pencapaian RFB-AXA Tower sepanjang 2020.

Sedangkan target total margin perseroan hingga akhir tahun ini diproyeksikan mencapai US$ 70 juta. Angka ini setara dengan peningkatan hingga tujuh kali pilat dari target perusahaan untuk masing-masing cabang sebanyak US$ 10 juta per unit.

Sejalan dengan kenaikan margin tersebut, RFB-AXA Tower membukukan pertumbuhan volume transaksi sebanyak 59,92% menjadi 357.109 lot. Begitu juga dengan total nasabah baru hingga Juli 2021 mencapai 928 nasabah dengan kenaikan 69,03%.

Chief Business Officer RFB Isriyetti Ifwan mengatakan, lonjakan kinerja di tengah pandemi Covid-19 ini didukung atas keberhasilan strategi yang diterapkan RFB-AXA melalui optimalisasi platform media online.

ADVERTISEMENT

“Kami melakukan shifting sekitar pertengahan tahun lalu dengan mempelajari beragam fungsi media sosial dan media digital lainnya untuk mengatasi tantangan bekerja selama pandemi,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (9/9).

Ketika masa pandemi Covid-19 tiba, dia mengatakan, kegiatan tatap muka menjadi terbatas, seperti edukasi dan bertemu dengan nasabah. Hal ini sempat berimbas terhadap bisnis perusahaan dalam beberapa bulan, sehingga perseroan mulai menerapkan strategi baru.

Menurut dia, beberapa aplikasi media digital kemudian menjadi andalan, seperti meeting via online, e-company profile, dan e-training. Ternyata cara ini membuahkan hasil yang besar yang ditunjukkan dengan jumlah nasabah baru meningkat tajam. Hampir 60% nasabah baru diperoleh dari edukasi secara online.

“Sekarang tak ada kendala dengan kebijakan PPKM, karena kegiatan edukasi ke nasabah bisa dilakukan oleh tim business consultant di manapun tanpa harus ke kantor,” terang Yetti.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia