Dirut Bukit Asam, Antam, dan Timah Diganti
JAKARTA, investor.id – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, dan PT Timah Tbk (TINS) yang digelar pada Kamis (23/12) menyetujui perombakan dewan komisaris dan direksi.
Para direktur utama (dirut) di tiga anak usaha MIND ID itu pun diganti. Untuk posisi dirut Bukit Asam, para pemegang saham mengangkat Arsal Ismail, mantan direktur pengembangan usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Arsal menggantikan Suryo Eko Hardianto.
“Pengangkatan Arsal Ismail sebagai direktur utama diusulkan oleh pemegang saham Dwiwarna,”kata Komisaris Utama Bukit Asam Agus Suhartono.
Keputusan yang sama juga terjadi di Timah. Riza Pahlevi Tabrani yang sebelumnya menjabat dirut digantikan oleh Achmad Ardianto yang dahulu pernah menjadi direktur SDM PT Freeport Indonesia.
Begitu juga dengan Antam. Pemegang saham sepakat menunjuk Nicolas D Kanter sebagai dirut baru. Nico Kanter, mantan dirut PT Vale Indonesia Tbk (INCO), menggantikan Dana Amin. Selain mengganti dirut, RUPSLB Bukit Asam, Antam, dan Timah merombak para direktur.
Pada Bukit Asam, pemegang saham mengangkat Suherman sebagai direktur SDM dan Rafli Yandra sebagai direktur pengembangan usaha. Di samping itu, Devi Pradnya Paramita menjadi komisaris. Dengan demikian, susunan pengurus baru Bukit Asam terdiri atas komisaris utama dan independen ditempati Agus Suhartono dan jabatan komisaris lainnya adalah Irwandy Arif, E Piterdono HZ, Carlo Brix Tewu, dan Devi Pradnya Paramita.
Adapun komisaris independen dijabat oleh Andi Pahril Pawi. Di jajaran direksi Bukit Asam, Arsal Ismail selaku direktur utama, kemudian Farida Thamrin sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko, Suherman sebagai direktur sumber daya manusia, Suhedi sebagai direktur operasi dan produksi, serta Rafli Yandra sebagai direktur pengembangan usaha.
Sementara itu, pada Timah, jajaran komisaris dan direktur perseroan juga tak luput dari perombakan. Bahkan RUPSLB menyepakati penghapusan nomenklatur direktur niaga.
Untuk posisi direktur keuangan Timah kini diisi oleh M Krisna Sjarif yang menggantikan Wibisono. Begitu juga dengan posisi Muhammad Rizki selaku direktur SDM yang digantikan Yennita dan direktur operasi Agung Pratama yang digantikan Alwin Albar. Posisi Alwin yang sebelumnya menjabat direktur pengembangan usaha kini diemban Purwoko.
Di jajaran komisaris, para pemegang saham Timah memberhentikan dengan hormat Rudy Suhendar dan selanjutnya mengubahnya dengan melakukan penambahan, yaitu Yudo Dwinanda Priadi dan Danny Praditya menjadi komisaris.
Corporate Secretary Timah Abdullah Umar Baswedan mengatakan, perubahan susunan pengurus di tubuh perusahaan merupakan sesuatu yang lumrah. Ini semata-mata berorientasi pada kinerja perusahaan, termasuk bagian dari pelaksanaan tata kelola perusahaan.
“Ke depan, tentunya penting bagi perusahaan untuk dapat menjawab tantangan yang akan semakin dinamis, menghadapi kondisi persaingan usaha, bisnis global yang semakin meningkat, serta mencapai tujuan-tujuan yang lebih besar lagi,” kata Abdullah.
Dia meyakini, Kementerian BUMN telah mempertimbangkan secara matang dalam menentukan sosok-sosok yang akan mengelola Timah selama beberapa tahun ke depan.
Seiring dengan perombakan tersebut, susunan pengurus Timah setelah RUPSLB adalah direktur utama ditempati Achmad Ardianto, direktur keuangan M Krisna Sjarif, direktur SDM Yennita, direktur operasi Alwin Albar, dan direktur pengembangan usaha Purwoko.
Sedangkan di dewan komisaris, jabatan komisaris utama diisi oleh M Alfan Baharudin, kemudian Rustam Effendi, Satriya Hari Prasetya, Yudo Dwinanda Priadi, Agus R. Panjaitan, dan Danny Praditya sebagai komisaris.
Lebih lanjut, Kementerian BUMN juga melakukan pergantian pengurus Antam melalui RUPSLB. Selain mengangkat Nicolas D Kanter sebagai dirut, RUPSLB menunjuk I Dewa Bagus Sugata sebagai direktur operasi dan produksi, serta Risono sebagai direktur operasi dan transformasi bisnis.
Tak hanya itu, RUPSLB juga mendapuk Elisabeth RT Siahaan sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko menggantikan Anton Herdianto. Luki Setiawan Suardi yang sebelumnya menjabat direktur sumber daya manusia juga tak luput dari perombakan. Posisinya kini digantikan oleh Basar Simanjutak.
Para pemegang saham juga menyetujui penambahan anggota direksi, yaitu direktur pengembangan usaha yang ditempati oleh Dolok Robert Silaban dan mengubah nomenklatur direktur operasi dan produksi. RUPSLB juga menghasilkan perubahan di jajaran komisaris. Komisaris utama merangkap komisaris independen dijabat FX Sutijastoto, menggantikan Agus Surya Bakti.
Di jajaran komisaris, hanya Dadan Kusdiana yang terkena perombakan dimana dirinya digantikan oleh Dio Seno Widagdo. Adapun komisaris lainnya tetap, yaitu komisaris independen Gumilar Rusliwa Somantri dan Anang Sri Kusuwardono, serta Bambang Sunarwibowo.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak yang diganti atas kontribusi kepada Antam. Kami terus memastikan kinerja positif dengan menerapkan protokol kesehatan dan efisiensi. Kami harap bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi ke depan,” kata Corporate Secretary Antam Yulan Kustiyan.
Dengan adanya perubahan manajemen, susunan pengurus Antam setelah RUPSLB adalah direktur utama Nicolas D Kanter, direktur operasi dan produksi I Dewa Bagus Sugata, direktur keuangan dan manajemen risiko Elisabeth RT Siahaan, direktur pengembangan usaha Dolok Robert Silaban, dan direktur SDM Basar Simanjuntak.
Kemudian di jajaran Komisaris, komisaris utama dan independen FX Sutijastoto, komisaris independen Gumilar Rusliwa Somantri, komisaris independen Anang Sri Kusuwardono, komisaris Dio Seno Widagdo, dan komisaris Bambang Sunarwibowo.
Kinerja Moncer
Seperti diketahui, hingga kuartal III-2021, Bukit Asam berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun, naik 176% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun. Pencapaian laba bersih itu didukung oleh pendapatan perseroan yang mencapai Rp 19,4 triliun, naik 51% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,8 triliun.
Sama seperti Bukit Asam, hinggakuartal III-2021, Timah juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 612 miliar atau melesat 340% dibandingkan periodeyang sama tahun lalu sebesar Rp 255 miliar.
Dari sisi profitabilitas dan EBITDA, Timah juga membukukan kenaikan signifikan dimana EBITDA pada kuartal III-2021 sebesar Rp 1,8 triliun atau naik 108% dibandingkan sembilan bulan pada 2020 sebesar Rp 870 miliar dan margin EBITDA mencapai 18,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,3%.
Kinerja yang moncer juga ditorehkan Antam. Hingga kuartal III-2021, laba bersih perseroan sebesar Rp 1,71 triliun, meningkat 104,5% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 835,78 miliar.
Pada periode tersebut, Antam mencatatkan penjualan sebesar Rp 26,48 triliun, naik 46,8% dari Rp 18,04 triliun.
Begitu juga dengan Timah. Hingga kuartal III-2021, perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp 612 miliar, jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang merugi Rp 255 miliar.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






