Kamis, 14 Mei 2026

Buka-bukaan Bukalapak (BUKA) soal Penempatan Dana di Growtheum dan Saham Allo Bank (BBHI)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
24 Mei 2022 | 08:39 WIB
BAGIKAN
PT Bukalapak.com Tbk. (Foto: Ist)
PT Bukalapak.com Tbk. (Foto: Ist)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan lebih lanjut terkait informasi yang disampaikan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengenai penempatan dana di Growtheum Capital Partners SEA Fund I, LP.

Awalnya, informasi mengenai penempatan dana BUKA di Growtheum diungkapkan manajemen BUKA dalam keterbukaan informasi pada 17 Mei 2022 untuk menjawab permintaan penjelasan oleh BEI.

Di situ, manajemen BUKA menyebutkan bahwa kepemilikan langsungnya pada PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sebanyak 11.49%. Kemudian, dinyatakan pula bahwa BUKA tidak memiliki kepemilikan saham tidak langsung di BBHI akan tetapi memiliki keuntungan ekonomi melalui penempatan dana di Growtheum atas investasi di BBHI.

ADVERTISEMENT

Perihal penjelasan itu, BEI meminta penjelasan lebih lanjut melalui surat tertanggal 19 Mei 2022. Di mana, hal-hal yang ingin diketahui adalah profil Growtheum, alur skema investasi BUKA di BBHI melalui Growtheum, alasan investasi perseroan di BBHI melalui Growtheum tidak dianggap sebagai kepemilikan tidak langsung, persentase kepemilikan perseroan atas BBHI secara langsung ditambah dengan kepemilikan saham BBHI melalui Growtheum, dan kemungkinan jumlah kepemilikan saham BBHI melalui Growtheum bertambah di masa depan.

Adapun tanggapan dari manajamen BUKA melalui keterbukaan informasi pada 23 Mei 2022, antara lain bahwa perseroan merupakan pihak ketiga (independen) terhadap Growtheum. Growtheum Capital Partners sendiri adalah perusahaan private equity yang berpusat di Singapura dengan target utama investasi di Asia Tenggara.

Selain itu, dijelaskan, investasi BUKA di BBHI adalah melalui pembelian saham BBHI, berbeda dengan investasi pada Growtheum yang adalah melalui penempatan dana yang diatur dalam limited partnership agreement, bukan melalui pembelian saham Growtheum.

Terkait alasan investasi perseroan di BBHI melalui Growtheum tidak dianggap sebagai kepemilikan tidak langsung, manajemen BUKA menjawab karena perseroan tidak membeli saham Growtheum. Akan tetapi, perseroan telah memperhitungkan penempatan dana di limited partnership secara penilaian akuntansi di mana perseroan tidak memilki kontrol dan pengaruh signifikan.

Sedangkan, persentase kepemilikan perseroan atas BBHI secara langsung ditambah dengan kepemilikan saham BBHI melalui Growtheum dijawab oleh manajemen BUKA bahwa efektif kepemilikan Bukalapak sebesar kurang dari 15%.

Manajemen BUKA juga menekankan bahwa investasi di limited partnership adalah bersifat penempatan dana di mana alokasi dana tersebut tidak dalam kontrol perseroan. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi keputusan manajemen Growtheum tanpa keterlibatan perseroan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia