Kamis, 14 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Hari Ini Melemah, Pantau Saham Pilihan ADHI Hingga MARI

Penulis : Indah Handayani
30 Jun 2022 | 07:54 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham melalui layar monitor di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Investor memantau pergerakan saham melalui layar monitor di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG hari ini melemah, Kamis (30/6/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.908 – 7.145. Pantai saham pilihan ADHI hingga MARI.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari ini berpotensi melemah terbatas. Seiring dengan rilis pertumbuhan ekonomi kuartalan Amerika Serikat (AS) yang secara konsensus mengalami perlambatan. “Pengeluaran konsumen yang diperkirakan meningkat serta stok minyak mentah dan bahan bakar yang diprediksi mengalami penurunan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (30/6/2022).

Pada perdagangan hari Rabu, 29/6/2022, IHSG ditutup melemah sebesar 54 poin (0,77%) ke level 6.942. Sektor transportation & logistic, basic materials, industrials, infrastructures, energy, properties & real estate, financials, consumer non cyclicals bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG kemarin.

Dalam pertemuan yang diadakan kemarin dalam sebuah sebuah yang di helat oleh Bank Sentral Eropa, Powell memberikan keyakinan dan harapan terhadap pelaku pasar dengan mengatakan bahwa perekonomian Amerika sedang dalam kondisi yang kuat, dan bank sentral dapat mengurangi inflasi hingga 2%, sembari mempertahankan pasar tenaga kerja yang solid, meskipun tugas tersebut menjadi lebih menantang dalam beberapa bulan terakhir. Powell berjanji bahwa dirinya akan memastikan bahwa kenaikkan harga tidak akan mengakar, oleh sebab itu tidak akan membiarkan transisi terjadi dari lingkungan inflasi rendah kepada linkungan berinflasi tinggi.

ADVERTISEMENT

Namun Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, selama pasokan global tidak bisa dikendalikan, kami masih khawatir bahwa inflasi akan masih tetap tinggi, meskipun tidak setinggi yang kemarin, namun akan lebih sulit untuk di kendalikan. Karena hukum permintaan berlaku, supply and demand. Oleh sebab itu, tentu dengan kembalinya Tiongkok akan meringatkan pasokan global.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan dari dalam negeri sepanjang tahun 2022, indeks consumer non-cyclical atau konsumen primer yang berisi saham-saham yang bersifat kebutuhan dasar mampu mengalahkan indeks acuan IHSG. Tercatat indeks konsumen primer membukukan return sebesar 9,44% vs 6,31% return IHSG. Hal ini menunjukkan bahwa minat pada saham-saham konsumen primer cukup besar mengingat sifatnya yang masuk dalam kategori defensif atau mampu bertahan di tengah kondisi krisis.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG dalam 3 bulan dan 1 bulan terakhir cenderung memerah yang tercermin dari return yang dibukukan masing-masing sebesar -0,34% dan -0,60%. Kondisi krisis yang berkorelasi positive terhadap pergerakan saham konsumen primer meningkatkan minatnya yang terefleksi dari return yang cenderung positif dalam 3 bulan terakhir yaitu 12,41% atau terbesar kedua secara sektoral dan 4,62% menjadi tertinggi pertama dalam sebulan terakhir secara sektoral. Dilihat dari time horizon yang lebih pendek lagi, indeks konsumen primer menduduki posisi tertinggi kedua dengan return 2,36% dalam sepekan.

“Terpantau pergerakan sektor yang cukup dinamis, namun masih masuk dalam jajaran atas pergerakan sektor yang membukukan return.

Hal ini juga tak lepas dari daya beli masyarakat yang pulih seiring dengan membaiknya mobilitas masyarakat dan tren pemulihan ekonomi. Kondisi global dan kenaikan harga pangan saat ini turut mempengaruh gerak sektoral ini. Ditinjau dari rotasi sektor, indeks konsumen primer ini berada dalam kuadran leading secara harian, mingguan dan diproyeksi masih akan berada di zona penguatan memasuki semester II. Sementara, sektor energi yang terus memimpin kenaikan sepanjang tahun hingga 3 bulan terakhir, saat ini sudah menunjukkan pergerakan yang melemah di mana turut terjadi pada sektor barang baku. Jika ditelisik secara industri, sektor konsumen primer ini terdiri dari makanan & minuman, perkebunan dan peternakan.

“Kami melihat bahwa sahamsaham yang tergabung dalam sektor konsumen primer atau consumer non-cyclical secara jangka pendek hingga menengah, masih akan menuai kenaikan minat dan cenderung lebih likuid di pasar saham seiring dengan volatilitas pasar saham yang terjadi saat ini,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham pilihan untuk dipantau pada perdagangan hari ini, yaitu ADHI, ERAA, TBIG, BBCA, MARI.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 39 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 50 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia